Nurlatu Bantah Gelapkan Dana Bumdes Desa Masnana

  • Whatsapp
banner 468x60

NAMROLE, MG.com – Mantan Ketua Badan Usaha Desa (BUMDES), Desa Masnana Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Aiptu Nadus Nurlatu membantah keras tudingan Kepala Desa Masnana Romeldus Nurlatu terkait penggelapan dana BUMDES sebagaimana diberitakan media Online (15/07/2019).

Nurlatu mengatakan apa yang dikatakan Kades Masnana itu semuanya tidak benar, justru sebaliknya, Romaldus Kades Masnana yang mencuri alias gelapkan dana desa T. A. 2017 – 2018, untuk pembayaran hutang hutang pribadinya.

Demikian dikemukakan, Nurlatu kepada media, Rabu (17/07/2019) di kediamannya.
Nurlatu menjelaskan, dana yang ditransfer ke rekening Bumdes pada saat dirinya menjabat sebagai Ketua Bumdes sudah direalisasikan yakni pembangunan jalan wisata yang diprogramkan untuk menambah pendapatan di Desa Masnana.

Menurut Nurlatu seharusnya tudingan tersebut dialamatkan kepada Kepala Desa dan Sekretarsi Desa yakni Alfrisal Warhangan.
Nurlatu menjelaskan, dana Bumdes sesuai yang disebutkan pemerintah desa sebesar Rp.235.206.000 tidak benar karena yang ditransfer hanya Rp.135.000.000.

“Dana yang ditransfer ke rekening Bumdes itu tanggal 4 Agustus 2017 sebesar Rp.135.000.000 dan itu sudah diperuntukan untuk pembangunan jalan di lokasi wisata. Dari Rp.135.000.000 itu Rp.77.000.000 lebih untuk pembuatan jalan, sisanya untuk pembayaran gaji pegawai Bumdes, gaji pegawai pengawas BUMDES, ATK dan pembayaran utang Kades kepada istri saya sebanyak Rp.20.000.000,” ucapnya.

Salah satu bukti adanya indikasi kepala desa korupsi adalah utang Rp.20.000.000 yang dibayarkan menggunakan dana Bumdes.
90“Kami sudah lapor dia sampe ke Polres dan dibayar pake uang Bumdes dan itu tertulis dalam laporan di Polres. Ini sudah masuk rana hukum jadi kami bicara bukti,
Anggaran Bumdes digunakan berdasarkan anggaran dasar anggaran rumah tangga, tidak pernah lakukan di luar jalur atau ikut kepala desa punya mau,” tegas Nurlatu.

Dikatakan, yang menjadi skala prioritas Bumdes itu adalah Usaha Wisata Bahari, Usaha Pertanian dan Usaha Perikanan.
Sesuai APBDes, pagu anggaran untuk BUMDES sesungguhnya bukan Rp.235.206.000 tetapi Rp.250.000.000. “Sehingga yang disampaikan kepala desa itu adalah kebohongan,” tegasnya lagi.

“Apa yang dikatakan Kades itu bohong. Bahkan mereka (Pemdes Masnana) membuat spanduk transparasi penggunaan dana desa itu saja sudah bohong karena seharusnya Rp.250.000.000 sesuai APBDes tapi ditulis Rp.235.206.000. yang menjadi pertanyaan Bumdes Rp.15.000.000 sisanya dimana,” tanyanya.

Nurlatu menjelaskan, dana sisa saldo Rp.135.000.000 sebanyak Rp.15.000.000 ditambah uang Rp.15.500.000 juta yang ditransfer itu seluruhnya menjadi Rp.30.500.000, dan dalam 10 bulan itu pengurus Bumdes dan pengawas Bumdes tidak dibayar gaji sehingga anggaran itu dipakai untuk membayar hak-hak mereka.

“Maka sisa uang itu ditarik untuk bayar pengurus Bumdes dan Pengurus Pengawas Bumdes punya gaji karena mereka sudah minta dan mereka punya hak untuk mendapat gaji,” terangnya.

Masih jelas Nurlatu, dirinya membenarkan bahwa dana BUMDES Yang ditenasfer ke rekening BUMDES sebanyak 135.000.000 pada Januari 2017. Disamping itu ada uang Rp.15.000.000 lebih yang masuk ke rekening Bumdes tapi tidak tau uang itu di transfer dari siapa.

“Januari 2018 ada uang ditransfer sebanyak Rp.15 juta direkening BUMDES tapi kami tidak tahu uang itu masuk dari mana, kalau dari pemerintah desa seharusnya di kasih tau oleh pemerintah desa,” ujarnya. Ditambahkan, untuk Dana Rp.135.000.000 itu diperuntukan untuk pembuatan jalan sesuai draft.

“Kita kerja sesuai draft, lebar 2,5 meter panjang 110 meter tapi kita kerja panjangbya 113 meter ada lebih 3 meter dan lebar kami tambah 1 meter dan itu menggunakan dana pribadi. Lalu mereka komplen dana yang digelapkan ini dana yang mana? Saya bisa lapor balik terkait kebohongan ini. Bahkan mereka (pemerintah desa ) katakan ke saya bahwa bangun saja nanti baru mereka ganti pos berapa, jalan berapa, gasebo berapa. Tatapi saya merasa ditipu karena sampai sekarang belum ada pergantian uang yang sudah saya keluarkan dengan dana pribadi,” ujarnya kesal.

Laporan penyampaian pembangunan lokasi wisata milik desa itu didalam rapat bersama, dan anggaran pribadi itu akan diganti.

“Penyampaian ini disampaikan di rapat sekretaris dan kepala desa ada, sampai sekretaris desa juga sampaikan bahwa terima kasih ada kontraktor lokal. Ini bukan keputusan yang saya ambil sendiri-sendiri ini keputusan rapat dan harus diganti,” kata Nurlatu.

“Dibilang bahwa Bumdes tidak pernah melakukan pelaporan adalah kebohongan besar, semua sudah ada di LPJ Laporan Keuangan, kita bukan rapat hanya dengan kepala desa, BPD, Bumdes, tetapi pendamping desa dari kecamatan sampai kabupaten juga ikut rapat,” jelasnya (an)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60