Museum Siwalima – Museum Maluku di Negeri Belanda Jalin Kerjasama

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Kepala Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku, Dra. Jean E Saiya lakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur Museum Maluku di Negeri Belanda, Henry Timisela.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan secara daring pada saat kegiatan Pameran Sejarah Museum Siwalima 2021 dengan disaisikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, DR. Insun Sangadji, Kamus (19/08/2021).

Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana, Jean Saiya menjelaskan jika kerjasama ini meliputi penelitian dan pendataan benda koleksi juga pergantian belajar.
“Jadi, kerjasama yang dijalin meliputi penelitian serta pendataan benda koleksi, misalnya, Museum Siwalima butuh apa atau aoa yang bisa dibantu Museum Maluku di Belanda, bisa juga pergantuan staf untuk belajar. Staf Museum Siwalima bisa belajat di Museum Maluku di Belanda dan sebaliknya,” jelas Saiya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji dalam sambutannya mengatakan
Museum di Indonesia semakin beragam jenis, koleksi, layanan dan kegiatan publiknya. Pesatnya perkembangan museum tentunya tidak menghilangkan atau mengurangi esensi dan
hakekat serta fungsi museum yang telah lama dirumuskan.
“Museum memiliki tugas dan fungsi sebagai lembaga untuk mengumpulkan, merawat, menyimpan, meneliti, memamerkan dan mengkomunikasikan koleksi museum kepada masyarakat.
Tugas serta fungsi museum diatur dalam PP Nomor 66 tahun 2015,” jelasnya.

Dikatakan, Museum Siwalima adalah satu-satunya museum di Provinsi Maluku yang juga memiliki tugas untuk mengkomunikasikan koleksi
peninggalan leluhur kepada generasi penerus Maluku.
“Namun bukan hanya koleksi yang diperkenalkan tetapi nilai-nilai yang
terkandung di dalam koleksi tersebut yang terus menerus dinformasikan kepada masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan
untuk menginformasikan dan mengomunikasikan koleksi museum
Swalima kepada masyarakat adalah lewat kegiatan pameran baik pameran temporer seperti yang dilaksanakan saat ini,
maupun pameran keliling ke berbagai kabupaten kota yang ada-Provinsi Maluku,” katanya.

Sangadji menjelaskan, kegiatan pameran temporer saat ini dibawah sorotan tema “Sejarah Perjuangan Bangsa dengan sub tema “Sejarah Maluku dari Masa ke Masa”. “Pameran ini merupakan salah satu
media untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan di masa lalu kepada generasi muda sehingga mereka memiliki kesadaran dan kecintaan untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan
yang berkualitas, dengan demikian generasi milenial tidak kehilangan daya juang mereka di tengah ancaman pandemi covid – 19,” katanya.

Walaupun tambahnya, bangsa dan negeri ini mengalami tekanan karena pandemi covid 19 yang melanda hampir satu tahun lebih, tetapi tetap memiliki ketangguhan untuk terus bertumbuh dan berjuang sehingga bisa keluar dari pandemi covid 19.

Sangadji menjelaskan, melalui pameran ini, perjalanan sejarah bangsa dan negeri in
mau mengingatkankembali bagaimana perjuangan merebut kemerdekaan walaupun berbagai halangan dan hambatan
dihadapi rakyat namun dengan bersatu maka ikatan penjajahan akhirnya terlepas sehingga bangsa dan negeri berhak untuk menentukan masa depannya sendiri.
“Partisipasi dengan Museum Maluku di Belanda dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerja Sama akan memberikan
dampak positif dalam peningkatan kualitas museum ke depan,” katanya.

Ada yang berbeda dengan pameran-pameran sebelumnya, pada pameran kali ini, Museum Siwalima menampilkan permainan musik tradisional yakni kolaborasi ukulele, totobuang dan hadrat.

Kolaborasi seni tradisional ini dimainkan anak-anak SD dan SMP.
” Mereka dilatih sama 23 hari di Museum Siwalima, dan nantinya merek akan tampil pada mini konser saat penutupan pameran tanggal 27 Agustus 2021 mendatang,” kata Kepala Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60