AMBON – Festival Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Ambon tahun 2026 tidak hanya menjadi wadah pengembangan seni dan budaya Islami, tetapi turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi ditutup di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Minggu (30/8/2026).
Ketua Umum DPP LASQI Kota Ambon, Abas Rumadan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Festival LASQI Kota Ambon.
“Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala terus memberikan keberkahan dan kebahagiaan kepada kita semua. Kita berharap Ambon tetap aman, tetap damai, dan terus maju,” ujar Abas.
Menurutnya, Festival LASQI bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Kota Ambon.
“Pelaksanaan LASQI ini merupakan momentum untuk meningkatkan persatuan antara masyarakat Kota Ambon,” katanya.
Di sisi lain, pelaksanaan festival turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang terlibat selama kegiatan berlangsung.
Abas mengatakan, keterlibatan UMKM dalam berbagai event LASQI merupakan bagian penting untuk membantu menjaga perputaran ekonomi di Kota Ambon.
“Setiap pelaksanaan event-event yang dilakukan oleh LASQI harus melibatkan UMKM. Karena melalui event-event tertentu, paling tidak UMKM bisa diberdayakan sehingga perputaran ekonomi dan perputaran uang di Kota Ambon tetap stabil,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima dari panitia, perputaran uang pada UMKM selama tiga hari pelaksanaan Festival LASQI mencapai sekitar Rp100 juta.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Festival LASQI berjalan selama tiga hari. Tadi saya mendapat laporan dari panitia, perputaran uang di UMKM selama tiga hari ini mencapai Rp100 juta. Alhamdulillah, sangat luar biasa,” ungkap Abas.
Abas juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, DPRD Kota Ambon, OJK, Bank Indonesia, Bank Maluku Malut, PLN, para dewan juri, serta seluruh panitia yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga LASQI mampu menghadirkan berbagai inovasi dan kegiatan yang semakin berkualitas.
Kepada para peserta yang berhasil meraih juara, Abas berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Para pemenang akan kembali dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan di tingkat provinsi.
“Jangan kemudian merasa bangga dan sudah berhenti sampai di sini. Sebentar nanti kalian juga mengikuti lomba di tingkat provinsi. Oleh sebab itu, latihan lebih maksimal dan terus persiapkan diri dengan baik,” pesannya.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Abas meminta agar tidak berkecil hati dan tetap berlatih.
“Bagi peserta yang belum mendapat kesempatan untuk meraih juara, mohon untuk tetap bersama. Insyaallah tahun depan tetap menjadi pemenang. Orang yang berhasil adalah orang yang terus berjuang dan memiliki komitmen,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan festival, LASQI Kota Ambon juga berencana meningkatkan total hadiah pada tahun depan.
“Komitmen LASQI, insyaallah tahun depan total hadiahnya akan kita tingkatkan. Tahun ini total hadiah sekitar Rp20 juta, dan insyaallah tahun depan akan kita naikkan menjadi kurang lebih Rp30 juta,” ujar Abas.
Ia berharap LASQI Kota Ambon dapat terus berkembang sebagai wadah yang mampu mempersatukan masyarakat sekaligus melestarikan seni dan budaya Islami.
“Harapan kita, LASQI terus menjadi wadah yang besar dan bersama-sama menyuguhkan seni dan budaya Kota Ambon. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin baik dengan berbagai inovasi,” pungkasnya.()











