AMBON, – Ibu-ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai penjual ikan di Dusun Toisapu, Kota Ambon, mendapat pelatihan pengolahan ikan kembung, packaging, dan digital branding melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ketua Dessy Palijama bersama anggota tim, Pieter Leunupun dan Marventy Soumokil, serta didanai oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UKIM.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu penjual ikan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berupa pelatihan pengolahan ikan kembung mentah menjadi makanan ringan berupa Stik Ikan Kembung.
Para peserta diberikan pelatihan mulai dari proses pengolahan hingga penggunaan bahan dan peralatan yang higienis, aman, serta mudah diperoleh dengan biaya yang relatif terjangkau.
“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu penjual ikan untuk mengembangkan ikan kembung menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya jual,” ujar Dessy Palijama.
Selanjutnya, sesi kedua difokuskan pada pelatihan packaging dan pembuatan logo produk. Kemasan dan logo dinilai penting untuk membangun identitas produk sekaligus memperkuat brand Stik Ikan Kembung agar lebih mudah dikenal oleh konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan barcode yang dapat memberikan informasi mengenai lokasi pembelian produk.
Tidak hanya pengemasan, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai digital marketing dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
Pemanfaatan media sosial diharapkan dapat membantu ibu-ibu penjual ikan mempromosikan produk secara lebih luas, sehingga pemasaran tidak hanya dilakukan secara langsung atau dengan berjualan keliling.
“Kami ingin mendorong ibu-ibu agar tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai secara ekonomi. Dengan packaging dan branding yang baik, produk tersebut dapat memiliki peluang pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Melalui kegiatan PKM ini, ibu-ibu penjual ikan di Dusun Toisapu diharapkan mampu mengembangkan keterampilan kewirausahaan, meningkatkan pemasukan keluarga, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi hasil perikanan lokal menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing.










