AMBON, MG.com – Ketua PGRI Provinsi Maluku Saleh Thio bersikukuh mengembalikan bantuan dari PGRI Pusat bagi guru dan siswa terdampak gempa 26 September 2029.
Menurutnya, ada kemungkinan dana yang diberikan tidak sesuai prosedur yang berlaku.
Thio mengaku, dirinya tidak mau bertanggungjawab apabila dana bantuan tersebut menjadi masalah di kemudian hari.
“Kalau tidak dikembalikan dan terjadi masalah pastinya saya yang akan bertanggung jawab,” katanya kepada wartawan usai pembukaan Konfrensi PGRI ke XXI di SMK Negeri 7 Ambon, kemarin.
Sementara itu, Bendahara Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat berharap agar dana bantuan bagi sisws dan guru terdampak gempa dari Kemendikbud bagi siswa dan guru di Maluku tidak dikembalikan.
Demikian penjelasan bendahara PB PGRI Pusat Dr H Basyarudin Thayib M.Pd kepada wartawan usai pembukaan Konferensi PGRI ke XXII Rabu (23/01).
Menurut Thayib kekhawatiran Ketua PGRI Maluku terkait bantuan itu bisa dimaklumi, karena diberikan akhir Desember 2019.
Menurutnya apabila bantuan tersebut bisa ditempatkan pada porsi sebenarnya atau bantuan tersebut sampai kepada para siswa dan guru terdampak gempa tidak menjadi persoalan.
Apalagi, pihaknya telah meminta pettunjuk BPKP.
“Kami berharap, dana itu tidak dikembalikan apalagi kami sudah meminta petuah BPKP,” katanya.. (on)











