ACT Distribusi Bantuan Logistik ke Lokasi Terdampak Bencana Gempa

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBOM, MG.com – Lebih dari dua pekan usai gempa berkekuatan M 6,8 mengguncang Maluku, kebutuhan logistik para pengungsi masih cukup tinggi.
Hai ini mengingat warga yang mengungsi berupaya memenuhi kebutuhan mereka yang masih bertahan di pengungsian, ACT terus menyalurkan bantuan logistik kepada
para pengungsi di sejumlah wilayah terdampak gempa Maluku, Senin (14/10)..

Enam truk bantuan logistik diberangkatkan menuju tiga titik terparah terdampak gempa, yakni Kabupaten Seram Bagian Barat dan Desa Liang dan Pulau Haruku di Kapubaten Maluku Tengah.
Bantuan logistik yang diberikan berupa beras, minyak goreng, air mineral, susu, roti, selimut, popok bayi, dan lainnya.

Wahyu Novyan selaku Direktur Program ACT mengatakan, pemberian bantuan logistik ini tidak terlepas dari tingginya kebutuhan para pengungsi di masa tanggap darurat.
Kondisi ini terlihat di Kabupaten
Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat, yang mana status tanggap darurat di dua kabupaten tersebut diperpanjang pada Kamis (10/10/2019) lalu.

“Kami masih melanjutkan pemberian logistik untuk para pengungsi terdampak gempa Maluku. Pengiriman 6 truk bantuan logistik ini menjadi bagian dari komitmen ACT dalam memberikan 100 ton
bantuan pangan dan logistik untuk warga terdampak,” terang Wahyu.

Enam truk bantuan logistik tersebut berangkat menuju posko-posko kemanusiaan dan dapur umum ACT
yang berada di Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah.
Dari sana, bantuan didistribusikan kepada
warga yang mengungsi di sejumlah titik pengungsian. Salah satunya adalah Desa Liang di Kabupaten Maluku Tengah.
Desa tersebut menampung sekitar 17.000 pengungsi yang mendirikan tenda-tenda
pengungsian di perbukitan.
“Posko-posko kemanusiaan ACT menjadi titik utama pendistribusian bantuan. Khusus bantuan bahan pangan, selain diberikan langsung untuk para pengungsi, bantuan tersebut juga digunakan untuk
memenuhi kebutuhan dapur umum ACT yang menyediakan makanan siap santap pengungsi setiap harinya,” imbuh Wahyu.
Hingga kini, terdapat enam posko kemanusiaan ACT yang tersebar di Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah.
Diantaranya 1 posko induk di Desa Nania; 3 posko wilayah di Suli, Pulau Haruku, dan
Seram Bagian Barat; serta 1 posko logistic di Desa Liang dan Seram Bagian Barat. Sementara itu, ada sejumlah dapur umum yang juga tersebar di Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah.
Selain menopang kebutuhan pangan pengungsi, ACT juga memberikan layanan kesehatan gratis yang beroperasi setiap harinya. Layanan kesehatan gratis ini menjangkau pengungsi-pengungsi di sejumlah wilayah terdampak.
“Tidak hanya itu, kami juga berikhtiar memenuhi kebutuhan sandang para pengungsi. Insyaallah, kami
akan menyediakan Integrated Community Shelter (ICS) untuk mereka. Seperti yang kita ketahui, saat ini para pengungsi masih menempati tenda terpal yang rentan, apalagi jika hujan deras mengguyur.
Sementara mereka masih trauma untuk kembali ke rumah mereka yang rata-rata sudah tidak bisa ditinggali karena rusak sedang dan berat. Mohon doanya agar iktiar ini berjalan lancer,” pungkas Wahyu.
Hingga Sabtu (12/10).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.424 gempa susulan mengguncang Provinsi Maluku dan sebanyak 168 gempa dirasakan.
43 jiwa meninggal dunia, 1.578 jiwa luka-luka, dan 170.900 jiwa mengungsi. Warga yang mengungsi akibat bencana ini
masih enggan kembali ke rumah mereka karena khawatir gempa susulan akan mengguncang dengan kekuatan yang lebih besar. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60