Surat Terbuka Mantan Bupati MBD, Drs. Barnabas Nathaniel Orno

  • Whatsapp
banner 468x60

Menjawab Pernyataan Menteri Kesehatan RI Terkait Pembangunan RS Perbatasan

Ibu Menteri Kesehatan yang terhormat !

Atas pernyataan ibu, Saya Drs. Barnabas Orno, mantan Bupati Maluku Barat Daya (Periode Pertama 2011 – 2016, Periode Kedua 2016 – 2021), tetapi ditahun ketiga (2019 ), saya bersama Pak Murad Ismail diperkenankan Tuhan lewat pilihan rakyat, kami berdua dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku pada tgl 24 April 2019 (Periode 2019 – 2024).

Saya sangat menyesalkan pernyatan ibu menteri seperti itu.
Ibu bagaikan nakhoda kapal yang mendapat sedikit gelombang langsung ibu ambil bantal berenang dan melompat duluan ke laut menyelamatkan diri sendiri, dan meninggalkan kapal bersama penumpangnya.
Memang selama ini tidak ada perhatian serius dari Kementrian Kesehatan terhadap Maluku Barat Daya (MBD) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia.

Saya sangat sedih membaca pernyataan ibu menteri seperti ini.

Sebagai mantan Bupati yang baru saja meninggalkan MBD kurang lebih 2 bulan 6 hari, saya mengundang ibu datang ke Ambon untuk kita bedah akar persoalan ini di depan publik Maluku, agar terang benderang, sehingga tidak membuat bingung masyarakat.
Mohon maaf dan terima kasih sebelumnya.

Berbicara tentang persoalan kesehatan di MBD selama dua periode sebagai Bupati, saya yang paling bertanggung jawab, dan saya lebih tau seperti apa perhatian Pemerintah Pusat cq Kementrian Kesehatan.
Jadi lebih tepatnya kalau Ibu Menkes Nila Moeloek meminta pertanggung jawaban saya, tapi lebih tepat dilakukan di dalam forum public, yang kaitannya dengan pernyataan ibu Menkes itu.

(Surat terbuka ini telah dipublikasikan di Maluku News.co pada 26 Juni 2019)

Surat terbuka ini dikirim Orno sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Peryataan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Nila Moeloek, pada saat berkunjung ke Ambon beberapa waktu lalu.

Moeloek mengatakan menyesalkan anggaran yang telah diberikan Pemerintah Pusat pada tahun 2016 silam, untuk pembangunan fasilitas kesehatan di Pulau Lirang, justru dialihkan untuk membangun RSUD di Tiakur, Pulau Moa Lakor, Ibukota Kabupaten MBD.

Untuk diketahui, belum lama ini terungkap jika masyarakat di Desa Lirang Kabupaten Maluku Barat Daya lebih memilih berobat di Dilli Ibukota Negara Timor Leste ketimbang di Ambon Ibukota Provinsi Maluku -Indonesia.
Hal ini terjadi lantaran minimnya fasilitas kesehatan di daerah terpencil serta jarak tempuh dari daerah tersebut ke Tiakur Ibukota Kabupaten MBD maupun ke Ibukota Provinsi Maluku, Kota Ambon yang jauh, dibandingkan jarak tempuh Lirang ke Dili -Timor Leste.
Selain itu hubungan kekerabatan antara masyarakat Lirang dan Timor Leste yang cukip kental. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60