Marlen Soplanit Jadi Duta Museum Siwalima

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Marlen Soplanit akhirnya terpilih sebagai Duta Museum Siwalima setelah berhasil menyisihkan 18 peserta Lomba Pemandu Museum 2019.
Peserta dengan nomor lomba 7 itu meraih nilai tertinggi yakni 371 dan berhak menjadi Duta Museum Siwalima. Ditempat kedua diraih Lovindus Malindar dengan nomor peserta 11 berhasil memperoleh nilai 366,45 disusul Gustav Pesiwarissa dengan nomor peserta 13 meraih nilai 366,4.

Sedangkan juara harapan I diraih Engel Laisina nomor urut 12 dengan perolehan nilai 361,9 disusul Nenda Matitaputty nomor peserta 5 dengan nilai 357,7 serta Erny Saliha nomor peserta 16 dengan perolehan nilai 356,3 dan diposisi terakhir diraih Dimas Usemahu peserta dengan nomor urut 4 berhasil menperoleh juara harapan IV.

Lomba Pemandu Museum yang digelar UPT Museum Negeri Siwalima Provinsi Maluku pada Kamis (20/06/2019) merupakan kegiatan pertama kali dilakukan lembaga ini, namun untuk tingkat nasional kegiatan inj telah berjalan sejak tahun 2012.

Kepala UPT Museum Siwalima, Dra. Jeanne Saiya, M.Si menjelaskan, kegiatan Lomba Pemandu Museum Siwalima didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya (BOP MTB) tahun 2019.
“Tujuan kegiatan ini untukmembangkitkan minat generasi muda serta masyarakat untuk mengunjungi museum serta menumbuhkan daya apresiasi generasi muda dan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia sebagai wujud nyata kontribusi Museum Siwalima dalam upaya melestarikan kebudayaan bangsa serta menciptakan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air melalui kebudayaan sejarah perjuangan bangsa,” katanya saat pembukaan lomba yanv dilaksanakan si ruang Theater Museum Siwalima itu.

Pemukulan Tifa Pembukaan Lomba Pemandu Museum

Menurutnya, Museum Siwalima Ambon memiliki tugas menyebarluaskan informasi benda sejarah dari berbagai ragam bentuk warisan Budaya Nusantara dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum dengan memanfaatkan koleksi Museum Siwalima dalam berbagai bentuk kegiatan dan salah satunya adalah Lomba Pemandu Museum.
“Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terutama kalangan umum terhadap museum khususnya Museum Siwalima,” tegasnya.

Peserta lomba Pemandu Museum terdiri dari generasi muda dan masyarakat berjumlah 19 orang dari sebelumnya yang mendaftar berjumlah 30 orang.
Materi lomba Pemandu Museum tahun 2019 mencakup koleksi historis dan biologi.

Dewan juri terdiri dari Ketua, Dr. Anna Lewier (akademiai Unpatti) Drs.Jerry Matitaputty (mantan Kepala Museum Siwalima) dan Aditya Retraubun (Ketua HPI Maluku)
Hadiah yang disediakan bagi pemenang lomba berupa uang tunai.

Kegiatan ini mengusung tema “Lestarikan dan Informasikan Peninggalan Leluhur’
Sub tema, ‘Melalui kegiatan Lomba Pemandu Museum kita tingkatkan daya kreativitas generasi muda untuk melestarikan dan menginformasikan peninggalan sejarah dan budaya Maluku.

Kegiatan program publik yang diselenggarakan DAK Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya.
“Jadi bukan hanya bantuan non fisik bukan hanya untuk Museum. Tapi juga Taman Budaya dan baru pertama kali pusat mengucurkan anggaran untuk Museum dan Taman Budaya dan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan di museum,” jelas Saiya.

Dikatakan, Pemandu Museum merupakan garda terdepan museum.
Sebab kata Saiya, yang paling utama adalah bagaimana pemandu bisa menemui pengunjung.
“Itu kesan pertama bagi pengunjung. Harus ada Sapa, Senyum dan Salam dari pemandu sebelum menginformasikan tentang data dan sejarah koleksi Museum Siwalima,” tegasnya.
Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini bisa terbentuk Komunitas Pemandu Museum yang nantinya bisa menjadi pemandu saat Museum Siwalima menggelar pameran temporer.
Atau bahkan bisa melakukan ekowisata di kawasan Museum Siwalima karena museum memiliki 42 jenis tumbuh-tumbuhan.
“Jadi keberadaan Pemandu Museum sangat penting,” ulang Saiya.

Peserta lanjut Saiya, dituntut untuk memahami isi Museum Siwalima. Peserta juga dituntut bisa menggunakan bahasa yang bagus, juga guiding skill, performance atau penampilan serta ketepatan waktu mempresentasekan materi.
Dua gedung pameran yang akan dipakai peserta mempresentasekan materi yakni pada ruang pameran budaya dan ruang pameran kelautan.

Selain tujuan utama tersebut, lomba ini dilaksanakan untuk memperoleh tenaga muda yang mampu menjawab kebutuhan digitalisasi lantaran generasi milenial lebih tertarik menyimak informasi yang menggunakan sarana digital ketimbang informasi yang disampaikan secara manual.
(On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60