LKMS BWM Hadir di Kota Ambon

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Bank Waqaf Mikro (BWM) Al-Anshor Peduli hadir di Kota Ambon merupakan bank ke 45 di Indonesia sejak pertama kali didirikan pada akhir 2017. “Secara nasional per Maret 2019, BWM telah menyalurkan pembiayaan komulatif ke 15.235 nasabah usaha mikro dengan total pembiayaan sebesar Rp. 18, 54 Miliar,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat pembukaan BWM Al Anshor Peduli di Pondok Pesantren Al Anshor, Ambon, Kamis (09/05/2019).

Keberadaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) diresmikan Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.
Wimboh Santoso didampingi PT. Astra Internasional Tbk, Pongki Pamungkas, Sekertaris Kota Ambon, A. G. Latuheru, Ketua Pesantren Al-Anshor Provinsi Maluku, Abu Imam Rohim Rumbara dan undangan lainnya.

Wimboh Santoso mengakui, skema pembiayaan melalui BWM adalah pembiayaan tanpa bunga dengan maksimal plafon pinjaman Rp. 3 juta dan hanya dikenakan biaya administrasi sekitar 3 persen per tahun, dengan persyaratan mudah karena dokumen administrasi yang dibutuhkan hanya berupa kartu tanda penduduk atau kartu keluarga.

Selain itu, dalam skema pembiayaan BWM juga disediakan pelatihan dan pendampingan.

Sekertaris Kota Ambon, A. Latuheru mengatakan, kehadiran BWM Al-Anshor peduli ini tentunya memberikan manfaat bagi pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat baik melalui pinjaman dari skala mikro, pengelolaan simpan pinjam maupun jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan karena menggunakan prinsip syariah.

“Masyarakat Kota Ambon yang belum memiliki akses pembiayaan pada lembaga keuangan formal karena terbentur dengan persyaratan. Marilah beramai-ramai mendaftar untuk menjadi nasabah BWM, hindari rentenir yang nanti menjebak dan memberatkan masyarakat dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi,” katanya.

Ia berharap, BWM menjadi perpanjangan tangan Pemkot Ambon dalam upaya mewujidkan visi dan misinya, lewat kemudahan akses layanan perbankan yang diberikan kepada masyarakat.

Sedangkan, Ketua Pesantren Al Anshor, Abu Imam Rohim Rumbara mengatakan, pesantren dimana anak-anak Maluku dibina dan dibimbing sejak akhir konflik Maluku minimal menjadi peredam agar tidak akan ada dendam masa lalu.

Oleh karena itu, pesantren ini menjadi bagian dari rekonsiliasi tempat dimana bertemu dan berdamai diantara pihak yang bertikai masa itu.

“Hampir semua anak-anak belajar dan dibina diaini dari 11 Kabupaten/kota di Maluku, dan semuanya gratis. Tapi biaya pendidikan menjadi tanggung jawab kami,” akuinya. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60