Tidak Netral, Camat Airbuaya Terancam Dipenjarakan

NAMLEA, MG.com – Camat Airbuaya, Karim Gailea diduga dengan sengaja mengajak masyarakat untuk memilih calon legislatif dari partai tertentu.
Untuk itu yang bersangkutan terancam dijerat Tindak Pidana Pemilu dan bakalan dipenjarakan.
Demikian dikemukakan Ketua Bawaslu Kabupaten Buru, Fathi Haris Thalib kepada wartawan melalui saluran telepon, Kamis (21/2/2019).
Fathi yang sedang mengikuti kegiatan di Jakarta menjelaskan, Camat Airbuaya dilaporkan Panwascam Airbuaya terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

“Camat Airbuaya menghimbau agar masyarakat memilih caleg dari partai tertentu,” kata Fathi Haris Thalib.
Menurutnya, ajakan itu disampaikan Jumat (15/02/2019) saat kegiatan peresmian Balai Desa Bara di Kecamatan Airbuaya.
Ajakan agar memilih caleg tertentu terekam dan videonya kini beredar luas di masyarakat.

Fathi menyayangkan hal itu, dan camat dinilai gegabah menyampaikan tutur kata di hadapan umum, apalagi di acara resmi yang dihadiri bupati dan pimpinan dewan serta forum pimpinan kecamatan.

Sebelumnya, Bawaslu Pusat melalui surat tertanggal 15 Oktober 2018 lalu telah mengirimkan surat tertulis setebal lima halaman yang bersifat segera guna menghimbau ASN netral.
Surat itu juga mengutip UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dan pasal-pasal tentang larangan serta sanksi bagi ASN yang terlibat.Namun sayangnya tak diindahkan onkum camat ini.

“Kita sedang klarifikasi, namun bila nanti terbukti yang bersangkutan terancam kurungan setahun penjara dan denda 12 juta rupiah,”ucap Fathi seraya menyarankan agar masalah ini ditanyakan lebih detail lagi kepada dua komisioner Bawaslu di Namlea.
Komisioner Bawaslu Ambaran Sakula yang dihubungi, lewat WA menegaskan jika pihaknya sedang lakukan klarifikasi.
“Masih tahap klarifikasi, kita belum bisa berkomentar,” tulisnya.

Sementara komisioner Bawaslu lainnya, Hamdani Djafar juga membenarkan jika pihaknya masih dalam tahapan klarifikasi lanjutan.
Bawaslu Kabupaten Buru perlu melakukan klarifikasi, karena ada pelimpahan berkas dari panwas kecamatan ke kabupaten.
“Sementara ada klarifikasi lanjutan dan kita didampingi anggota Gakumdu, kejaksaan dan kepolisian,” aku Hamdani.
Menindaklanjuti hal ini, enam saksi telah dimintai keterangannya.

“Camat sudah diminta klarifikasi di Panwascam, tapi tidak menutup kemungkinan nanti ada keterangan tambahan saat klarifikasi lanjutan di Bawaslu,” ucap Hamdani.
Ketika ditanya soal kelanjutan kasus ini, Hamdani mengatakan masih belum diputuskan.
“Nanti akan dinilai syarat formil dan materiil, apakah terpenuhi atau tidak,” jelas Hamdani. (an)

Tinggalkan Balasan