1 Oktober Rokok Elektrik Kena Cukai

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Mulai 1 Oktober 2018 esens rokok elektrik (liquid vape) dikenakan cukai. Jika, mulai tanggal tersebut kedapatan pabrikan atau distributor liquid vape  tidak melekatkan pita cukai pada esens rokok elektrik tersebut maka akan dikenakan sanksi tegas. Demikian dikemukakan kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku, Finari Manan kepada wartawan saat konfrensi pers dikantornya, Selasa (18/9/2018).

“Pastinya ada sanksi tegas mulai dari sanksi administrasi hingga sanksi pidana bagi mereka yang bandel,” tegas Finary. Untuk itu pihaknya gsncar lakujan sosialisasi kepada pabrik pembuat  distributor hingga pengecer dan pengguna rokok elektrik itu.

“Untuk pengguna hendaknya membeli liquid vape yang ada pita cukainya,” terangnya.

Di Kota Ambon sesuai data ada 12 vape store, Kota Tual 2 vape store dan Kota Ternate 5 vape store.

Untuk jumlah pengguna rokok elektrik tersebut di Maluku dan Maluku Utara tambah Finary tidak lebih dari 2 persen dari pengguna di Pulau Jawa. Sekedar untuk tahu, sejak tanggal 1 October 2018 mendatang, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( DJBC) Kementerian keuangan menetapkan kebijakan pengenaan terhadap liquid rokok elektrik ( Vape) dengan tarif sebesar 57 persen dari harga jual eceran.

Sesuai peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 Tentang Tarif cukai hasil tembakau.

Pengenaan cukai dengan tarif sebesar ini merupakan intensifikasi cukai hasil tembakau yang merupakan instrumen pemerintah untuk mengendalikan konsumsi serta pengawasan terhadap peredaran vape.

Finari menjelaskan, liquid vape merupakan salah satu jenis hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL)  juga merupakan hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain yang disebut sigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris.

Liquid vape dibuat lain sesuai dengan perkembangan teknologi dan selera konsumen, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yabg digunakan dalam pembuatannya.

“Jenis HPTL lainnya meliputi ekstrak dan esens tembakau, tembakau molasses, tembakau hirup ( Snuff tobacco) dan tembakau kunyah ( chewing tobacco),” tutur Finari.

Dikatakan, pelunasan cukai liquid vape dilakukan dengan cara pelekatan pita cukai oleh pabrikan atau importir sebelum dijual kepada kunsumen.

Pita cukai itu wajib dilekatkan  pada kemasan cairan atau liquid vape yang diproduksi atau diimpor mulai 1 Juli 2018 dan  seterusnya.

Pengusaha pabrik atau importir dapat melakukan pemesanan pita cukai setelah memperoleh ijin berupa nomor pokok pengusaha barang kena cukai ( NPPBKC).

“Namun ada masa relaksasi aturan pengenaan cukai tersebut hingga tanggal 1 October 2018, dimana liquid vape yang telah diproduksi sebelum tanggal 1 Juli 2018 diberi toleransi untuk dijual hingga 1 October 2018. Tapi setelah tanggal tersebut harus memiliki pita cukai pada setiap kemasan,” ulangnya.

Hal ini ditujukan agar para pengusaha vape memiliki waktu mempersiapkan perijinan dan mendapatkan pita cukai dari pemerintah.

Finari menambahkan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi aturan cukai yang baru, untuk wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara, oleh satuan kerja dibawah kantor wilayah DJBC Maluku, yakni KPPBC Ternate, Ambon, Tual telah melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan baik melalui sosialisasi baik di media massa, maupun door to door kepada vape store.

Diharapkan, sesudah 1 October 2018 tidak ada lagi vape store yang menjual liquid vape yang tidak dilekati pita cukai dan kepada masyarakat diwilayah Maluku dan Maluku Utara.

“Masyarakat khususnya pengguna rokok elektrik dapat melapor jikà ada vape yang tidak dilengkapi pita cukai, masyarakat harus proaktif,” harapnya. (on)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60