Ground Breaking RSUPT dr. J. Leimena

  • Whatsapp
banner 468x60

Menkes : Gunakan Dana  Dengan Baik Agar Tidak Bermasalah

AMBON, MG-Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap  kondisi Maluku yang kepulauan maka dibangunlah Rumah Sakit Umun Pusat  Terpadu (RSUPT) Kemaritiman di Kota Ambon, Maluku.

Pembangunan RSUP Terpadu Kemaritiman ini sesuai dengan Nawacita Presiden RI, Joko Widodo, dan ini merupakan RSUPT Kemaritiman pertama di Indonesia.

Untuk itu, hari ini  Rabu (25/7/2018) Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek lakukan Ground Breaking (peletakan batu pertama) RSUPT Kemaritiman Maluku.

Menkes  bersama rombongan antara lain, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Bambang Wibowo, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Subandi dan lainnya didampingi Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff serta FORKOPIMDA tiba di lokasi di Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Kota Ambon tepat pukul 09.00 wit.

Dalam sambutannya Menkes Nila Moeloek meminta agar pembangunan RSUP Terpadu Kemaritiman dijalankan dengan baik dan lurus agar tidak menjadi persoalan.

“Dana yang dikucurkan hendaknya digunakan sebaik mungkin demi pembangunan kesehatan di Maluku serta tidak menjadi persoalan dikemudian hari,” ingatnya.

Moeloek juga menyetujui usulan Pemda Maluku untuk menamai RSUP Terpadu Kemaritiman ini dengan nama RSUPT Kemaritiman dr. Johannes Leimena.

Moeloek juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku yang cepat merespon rencana pembangunan RSUP ini dengan menyediakan lahan.

“Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku yang terus mendatangi dan mendorong saya untuk mempercepat pembangunan Rumah Sakit ini,” pujinya.

Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff dalam sambutannya meminta agar RSUP Terpadu Kemaritiman dinamai RS dr. Johannes Leimena.

“Dr. Johannes Leimena selain berprofesi sebagai dokter, Pahlawan Nasional asal Maluku ini juga merupakan Menteri Kesehatan terlama di negara ini,” katanya.

Dengan menamai RSUP dr. Johannes Leimena diharapkan memotivasi anak-anak Maluku untuk memilih profesi dokter.

Assagaff juga menegaskan jika Menkes telah menyanggupi memberikan helikopter kesehatan untuk melengkapi sarana medis di rumah sakit ini.

“Ibu Menteri telah menyanggupi untuk menyediakan helikopter untuk melengkapi sarana prasarana Rumah Sakit ini,” katanya.

Untuk diketahui, mega proyek ini dikerjakan oleh PT. PPHK, perencana PT Sangkuriang, Konsultan MK, PT Yodya Karya, dengan lingkup, pekerjaan struktur, arsitek, mekanikal/elektrikal dan site development.

Sifat kontrak, gabungan lumpsun dan unit price.

Luas lahan 46.000 meter persegi dan luas lahan pengembangan 48.000 meter persegi.

RSUP Terpadu Kemaritiman akan disiapkan menjadi RS Rujukan Kelas A.

Pekerjaan pembangunan gedung (struktur dan  arsitektur) serta sebagian prasarana dan dilaksanakan tahun 2018 dan pekerjaa  lanjutan  arsitektur dan finishing, interior, furniture, dan peralatan medik akan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan pengadaan single year.

Pembangunan RS ini sebanyak delapan (8) lantai dengan total luas bangunan 32059.6 meter persegi. (on).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60