Diduga Dibeking, Angkutan Bodong Bebas Beroperasi

  • Whatsapp
USEP USMAN NASRULLOH/"PR" SOPIR angkutan umum menunggu calon penumpang di kawasan Alun-Alun Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (12/12/2014). Di Kabupaten Bandung masih banyak angkutan umum bodong tanpa izin dan kelayakan kendaraan (KIR).*
banner 468x60

PIRU, MenaraGlobal.com-Diduga kuat ada oknum tertentu yang terlibat beroperasinya kenderaan angkutan umum tanpa dokumen termasuk izin trayek, di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku.

Kenderaan yang diduga bodong itu bebas beroperasi walaupun tidak mengantongi dokumen lengkap misalnya, surat izin trayek, Buku Uji  KIR dan Kartu Pengawasan  yang diterbitkan  Dinas Perhubungan dan Satuan Lantas  Polres SBB

Sumber MenaraGlobal.com di Dinas Perhubungan SBB menjelaskan, keberadaan angkutan umum tanpa dokumen lengkap ini menjadi tanggungjawab Seksi Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Seram Bagian Barat

“Ada kendaraan angkutan umum bodong  yang belum kantongi izin namun terkesan dibiarkan Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dinas Perhubungan SBB saat melakukan swiping,” kata sumber ini.

Dijelaskan, saat penertiban kendaraan angkutan umum dan barang oleh Bagian Perhubungan Darat, pekan lalu,  ditemukan angkutan umum tidak miliki izin trayek beroperasi pada jalur operasi berdasarkan surat izin trayek yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten SBB.

“Kendaraan angkutan umum tersebut salah satunya memiliki  nomor polisi, DE 7016 BU. Bukan hanya itu, ada juga angkutan umum yang beroperasi pada trayek Piru –  Allang, Taniwel – Kairatu, dan Taniwel – Waipirit,” jelasnya.

Bebasnya angkutan umum tanpa dokumen tersebut beroperasi kata sumber ini lantaran diduga kuat ada yang membackup.

Salah satu pemilik kenderaan tanpa dokumen tersebut kepada MenaraGlobal.com mengaku sudah setahun lebih mengurus dokumen trayek namun hingga  kini dokumen tersebut belum juga diterima pemilik angkutan itu.

“Saya telah mengurus dokumen tersebut lebih dari setahun namun tidak kunjung selesai,” kata pemilik angkutan umum yang meminta namanya dirahasiakan.

Menyikapi hal ini, Kepala Bidang Perhubungan Darat, Nikolas Anakotta mengakui dirinya tidak bisa memberikan banyak komentar.

Menurutnya, pengurusan penerbitan Izin Trayek, Buku Uji KIR dan Kartu Pengawasan hanya memerlukan waktu tiga hari.

“Saya tidak tahu, jika benar maka hal ini harus diselesaikan jangan dibiarkan begitu saja agar tidak menyusahkan pemilik kendaraan angkutan umum saat adanya penertiban oleh Dinas Perhubungan dan Satuan Lantas Polres Seram Bagian Barat,” ingatnya. (Fit)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60