Demi SBT, Jepang Inves Rp 350 Miliar di MBD

AMBON, MenaraGlobal.com- Jepang bakal menginvestasikan dana dalam bentuk proyek kerjasama dibidang  perikanan senilai Rp 350 miliar di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Kerjasama ini dilakukan setelah keberadaan Ikan Tuna Sirip  Biru (Southern Bluefin Tuna/SBT) terpantau satelit Jepang padahal, ikan tersebut belum pernah ditangkap nelayan sekitar. SBT termasuk ikan langka dan hanya terdapat di beberapa lokasi di dunia, salah satunya ada di perairan antara Pulau Leti dan Moa.

Harga lelang yang ditawarkan pasar Jepang untuk setiap ekor SBT bisa mencapai Rp 3,2 miliar dengan berat 70-80 kg per ekornya.

Plt. Bupati MBD, Benjamin Noach kepada wartawan di Ambon, Kamis (21/6/2018) membenarkan informasi itu dan menjelaskan jika bantuan kerjasama tersebut mulai dari pembangunan coldstorage, pelabuhan pendaratan ikan hingga pembangunan pasar ikan higienis.

“Tahun ini akan kami awali dengan membuat pemecah ombak di pesisir Tiakur,” kata Noach.

Menurutnya, walaupun Jepang memfasilitasi sarana pra sarana tersebut namun tidak mengikat Pemkab MBD untuk memasarkan SBT temuan nelayan.

Selain itu, investor Jepang juga akan melakukan pemberdayaan kepada nelayan mulai dari pelatihan penangkapan SBT hingga pengolahan dan pemasaran secara baik dan higienis.

“Mereka bersedia bekerjasama mulai dari cara menangkap  hingga memasarkan hasil tangkapan dengan pengolahan berkualitas tinggi,” terangnya.

Dalam kerjasama tersebut juga diatur tentang penangkapan ikan yang dilakukan  nelayan dan kapal milik investor membeli dari nelayan.

Untuk diketahui, ikan ini berbentuk seperti torpedo, dengan tubuhnya yang ramping dan menakjubkan. Pada umumnya, ikan tuna sirip biru (SBT) berwarna biru logam di bagian atas dan terlihat berkilau putih agak keperakan di bagian bawah yang akan membantu mereka untuk menyamarkan diri.

SBT dikenal sebagai jenis ikan tuna terbaik. Tapi sayangnya, walaupun daging spesies SBT dianggap sebagai daging yang penuh gizi dan sangat lezat, ikan ini berada diambang kepunahan. Penangkapan secara besar-besaran mengakibatkan jumlah mereka menyusut tajam.

Saat ini, SBT termasuk spesies ikan yang terancam punah.

Upaya konservasi internasional sampai sekarang terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan supaya jenis ikan ini bisa kembali mendominasi lautan dan berada pada jumlah yang normal dengan penyebaran yang merata di seluruh wilayah lautan di dunia.

Para pencinta lingkungan juga terus mendorong pembatasan penangkapan SBT untuk kebutuhan komersial.

SBT merupakan binatang berdarah panas langka di antara jenis ikan lainnya.

Kebanyakan mereka hidup di perairan dingin di Newfoundland dan Islandia. Selain itu, di beberapa daerah yang memiliki perairan tropis seperti di Teluk Meksiko dan Laut Mediterania juga telah menjadi tempat favorit SBT untuk berkembang biak. (ivonne)

Tinggalkan Balasan