Rp 3 Miliar Bantuan BUMN ke Korban Gempa Maluku

AMBON, MG.com – Dalam kurun waktu dua pekan, BUMN yang dikoordinir PT Wijaya Karya telah berhasil menghimpun dana senilai Rp 3,04 miliar. Aksi BUMN ini memperoleh dukungan dari Kementerian BUMN. Demikian dijelaskan Deputi Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Sammal saat pers konfrens di Ambon, Sabtu (11/10/2019).

Menurut Sammal, bantuan tersebut berupa uang tunai, barang maupun jasa dan didistribusikan ke kurang lebih 51 titik pengungsian warga yang tersebar di tiga wilayah administratif yaitu Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Agar bisa menyentuh seluruh korban gempa BUMN menyiapkan skema penyaluran, selain melalui Posko BUMN Hadir Untuk Negeri Tanggap Bencana yang berada di Kota Ambon, perusahaan BUMN pun dapat langsung menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik terdampak.

“Kami mendorong BUMN untuk bergerak cepat, mengerahkan semua sumber daya yang ada sejak hari pertama dan mengawal hingga akhir. Apapun bantuan yang mendesak bisa dipenuhi dengan segera baru kemudian melaporkan ke posko untuk dimasukan ke database,” ungkap Hambra yang hadir melihat perkembangan terakhir di lokasi terdampak.

Dalam kunjungannya yang kedua kali setelah gempa, Hambra didampingi perwakilan perusahaan BUMN menyerahkan bantuan sembako dan 1.000 paket makanan serta berpartisipasi dalam program trauma healing bersama pengungsi di Lengkong dan Batu Dua Negeri Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah.

Selain itu, Sammal juga menyerahkan bantuan obat-obatan kepada Rumah Sakit Darurat Dr. Ishak di Halaman Kampus Universitas Darusalam, Tulehu.

Hambra mengakui tantangan yang dihadapi di lapangan ada pada titik-titik pengungsian yang letaknya berada di pulau yang terpisah dari kota Ambon dan cukup menyulitkan karena keterbatasan akses transportasi dan lokasi pengungsian yang berada di perbukitan.
Distribusi bantuan menuju Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah harus menggunakan transportasi laut, dan untuk sampai pada titik-titik pengungsian di daerah terpencil yang tidak sepenuhnya dapat mengandalkan mobil, sebagian di antaranya harus dibawa terpisah menggunakan sepeda motor.

Untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, Posko BUMN aktif bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku.
Sementara itu, distribusi bantuan dari Posko BUMN melibatkan relawan yang berasal dari Komunitas Lokal maupun NGO yang telah berpengalaman dalam penanggulangan bencana di sejumlah daerah di Indonesia.

BUMN juga mendukung gerakan komunitas lokal dalam konser musik malam penggalangan dana di Ambon, dengan menggandeng artis-artis lokal dan generasi muda Maluku, dan berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 40 juta.

“BUMN hadir di tengah masyarakat Maluku saat melewati masa-masa sulit seperti sekarang. Ini merupakan bentuk tanggungjawab sosial kami terhadap masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari pertumbuhan BUMN,” tutupnya. (On)

Tinggalkan Balasan