Festival Pesona Bupolo Warnai HUT Bumi Bupolo

NAMLEA, MG.com – Festival Pesona Bupolo dibuka Bupati Buru, Ramly Umasugi sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke 20 Kabupaten Buru, yang dilaksanakan di Bundatan Tugu Tani Kota Namlea, Sabtu (12/10/2019).
Dalam perayaan HUT ke 20 Kabupaten Buru mengusung tema, ‘Selamanya Merajut Kai Wait Dengan Gelorakan Gencar dan Gencarkan Gelora’.

Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi dalam sambutannya berharap momentum HUT Kabupaten Buru dapat memacu pembangunan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.

Tak lupa Umasugi menyampaikan rasa duka mendalam bagi korban gempa bumi yang saat ini berada di lokasi pengungsian baik di Kota Ambon maupun di Pulau Seram.
“Semoga para korban tabah menghadapi cobaan ini, dan kami turut berduka atad korbam yang meninggal, bencana ini cepat berakhir,” kata Umasugi.

Selanjutnya, Umasugi menjelaskam, pihak sedang menggalang dana untuk membantu korban musibah bencana gempa bumi yang terjadi di Indonesia, khususnya di Maluku dan Indonesia. “Momentum HUT Kabupaten Buru ke 20 kali ini lebih strategis karena kabupaten ini telah keluar dari daerah tertinggal menjadi terperioritaskan dari beberapa indicator yang telah ditetapkan,” katanya.

Tak lupa Umasugi, mengingatkan jika masyarakat Buru baru selesai menyelenggarakan kegiatan MTQ tingkat provinsi dan utusan Bumi Bupolo meraih prestasi gemilang.
“Dengan demikian momentum HUT kali ini dengan rangkaian Festival Fesona Bupolo yang ke 4 akan dibuka pada14 Oktober 2019 dapat mempercepat program pembangunan dan peningkatan daya saing daerah yang ada sector pertanian dan sector pariwisata,” jelasnya.

Kedua sekor ini tambah Umasugi merupakan sector unggulan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Olehnya itu dewasa ini Pemda Buru telah menerapkan Pariwisata berkelanjutan yaitu adat, budaya dan keindahan alam

Sebelumnya, Ketua Panitia, Drs Abas Pelu menjelaskan, persiapan HUT kali ini, jajaran Pemda Buru telah mempersoapkan mulai tahap awal hingga pelaksanaan ini berjalan sebagaimana mestinya.

Hadir dalam acara ini, selain Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi- Amustofa Besan, SH, Perwakilan Pemkab Bursel, perwakilan Pemkot Ambon, Ketua dan anggota DPRD Buru dan Bursel, unsur Forkopimda, Sekda Buru, Staf Ahli, Asisten, Inspektur, Sekwan, Kepala Dinas, Badan lingkup Pemkab Buru.

Hadir juga Ketua dan anggota KPU dan Bawaslu Bupolo, Kamenag Ketua YMB, Rektor Uniqbu, Para Camat dan Kades, Pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, Ketua PKK, Ketua Alhidayah, Majelis Ta,lim Se Kabupaten, juga tak ketinggalan tamu dari Negara asing yakni, Syeh dari Maroko, Arab Saudi dan tamu dari Malaysia.

Sehari sebelum pelaksanaan HUT Kabupaten Buru, telah dilaksanakan Rapat Paripurna yang dibuka Pimpinan DPRD Sementata Kabupaten Buru, Dali Fahrul Syarifudin, di Balai Sidang Gedung Bupolo Jumat (11/10/2019).

HUT ke 20 merupakan agenda tahunan sebagai bentuk kesadaran lokalitas maupun cerita turun temurun kepada generasi sekarang maupun akan datang. “Dan peristiwa ini merupakan warisan sejarah sepanjang masa, karena Buru itu merah dan putih sementara Bupolo itu memaknai Kay Way yakni sebagai orang Basudara di Tana Bupolo.

Selama kurun waktu 20 tahun berdirinya kabupaten ini lanjut Dali Fahrul, sejarah telah terukir banyaknya kemajuan infrastruktur dan sarana prasarana semakin lengkap.
Berbagai program pemberdayaan pertumbuhan ekonomi seiring perkembangan sektor unggulan maupun dominasi produk komoditi daerah di pasar lokal mampu mendorong kemandirian masyarakat merupakan fokus dan perhatian khusus Pemda Buru. (AK).

Tinggalkan Balasan