Korban Gempa di Aboru Sengaja Dilupakan

AMBON, MG.com – Gempa yang menerjang Kota Ambon, Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB) mengakibatkan ribuan orang menjadi pengungsi.
Sayangnya, bantuan yang diserahkan pemerintah kepada korban gempa tidak merata bahkan terkesan pilih kasih.
Sebut saja, pengungsi di Negeri Aboru Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah-Provinsi Maluku.

Data resmi yang dirilispun tidak terlihat adanya nama Negeri Aboru akibatnya, hingga saat kini korban gempa di negeri tersebut tidak memperoleh bantuan atau sentuhan pemerintah.
Padahal, hampir seluruh Negeri Aboru terkena dampak gempa berkekuatan 6,8 SR pada 26 September 2019.

Salah satu warga Negeri Aboru yang dihubungi media ini menjelaskan, hingga kini bantuan dari pemerintah tidak ada.
“Kita belum dapat bantuan dari pemerintah, kami hanya andalkan bantuan dari saudara atau keluarga yang tinggal di luar Maluku serta dari gereja,” kata Yanny Sinay yang dihubungi melalui ponselnya, Senin (07/10/2019).
Menurut Yanny, warga Negeri Aboru adalah bagian dari masyarakat Maluku yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. “Kami merasa seperti didiskriminasi pemerintah. Anak-anak, perempuan hamil dan lansia tidur di hutan atau dataran tinggi karena kami kuatir terjadi tsunami serta ada sebagian masyarakat rumahnya hancur. Kamu butuh uluran tangan pemerintah,” katanya.

Saat ini kata Yanny, ada sekitar 1.100 orang yang masih mengungsi di hutan. Untuk itu, pihaknya berharap Pemda Maluku tidak pilih kasih dalam pemberian bantuan.
“Ada daerah lain yang menerima bantuan hingga tumpang tindih, sebaliknya kami, tidak pernah menerima bantuan sama sekali,” katanya gusar.

Yanny berharap, pemerintah punya empati dan membantu negeri ini tanpa diskriminasi dan pandang bulu. (On)

Tinggalkan Balasan