Pasca Gempa, Pendidikan Jadi Persoalan

AMBON, MG.com – Bencana alam, menjadi persoalan besar bagi Maluku, sebab sudah hampir dua minggu pendidikan belum jalan.

Hal ini dikemukakan Ketua DPRD Provinsi Maluku, Drs. Lucky Wattimury kepada wartawan di SMA Siwalima Ambon, Senin (07/10/2019).
Wattinury dan tim menyambangi sekolah unggulan di Maluku itu setelah menerima informasi soal keberadaan pengungsi di sekolah tersebut.

Kepada wartawan, Wattimury menjelaskan, kedatangan dirinya bersama tim adalah untuk melihat permasalahan dimaksud.
“Kalau ada, berapa banyak pengungsi yang ada, dan bagaimana penanganannya. Kita harus koordinasi dengan Pemda, Gubernur serta Dinas Pendidikan,” kata politisi PDI-P ini.

Permasalahan ini tambah Wattimury harus disikapi serius lantaran aktivitas belajar mengajar di sekolah unggulan ini berbeda dengan sekolah lainnya di Maluku.
Apalagi, seluruh siswa diasramakan dan datang dari 11 kabupaten kota se Maluku.
“Ini siswa terbaik dari seluruh Maluku makanya harus diperhatikan, karena tidak ada orang tua di samping anak-anak ini kecuali kepsek, namun tentunya perhatian kepsek terbatas,” katanya.

Wattimury menjelaskan, penjelasan dari Kepala SMA Siwalima, Dra. Paula Tahapary bahwa pihaknya telah ada langkah yang ditempuh, misalnya berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, juga bertemu Pemerintah Desa Waiheru agar melihat masalah pengungsi.
“Dalam kebijakan Kepsek, pendidikan bagi anak-anak penting, tapi kata kepsek situasi ini tidak boleh dipaksakan,” kata Wattimury.

Namun dengan adanya gempa susulan seperti saat ini maka orang tua akan ragu melepaskan anak-anaknya kembali ke sekolah.
Dan ini sangat mencemaskan dunia pendidikan di Maluku.
Untuk itu, Wattimury meminta kepada pihak sekolah untuk tidak memaksakan siswa kembali ke sekolah
“Laporkan saja kondisi ini ke Kadis Pendidikan Maluku dan dewan akan mengundang kadisdik untuk membicarakan masalah pendidikan di Kota Ambon, Pulau Ambon, Pulau Haruku dan SBB,” katanya.
Sementara itu Kepsek SMA Siwalima, Drs. Paula Tahapary menjelaskan jika pihaknya telah memastikan proses belajar mengajar akan dimulai pada 8 September 2019.
“Kesiapan kami untuk mendorong proses belajar mengajar ditandai dengan kehadiran seluruh guru di sekolah hari ini,” katanya.
Untuk diketahui, jumlah siswa SMA Siwalima sekitar 357 siswa dan semuanya diliburkan hingga tanggal 9 Oktober 2019. (On).

Tinggalkan Balasan