Pertumbuhan Ekonomi Maluku Triwulan III-2018 Semakin Solid

AMBON, MG.com – Perekonomian Provinsi Maluku meningkat, ini tercermin pada pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III-2018 yang tercatat tumbuh 6,34% (yoy). Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Sementara itu, investasi tetap tumbuh tinggi, meskipun tercatat sedikit melambat sejalan dengan telah selesainya beberapa proyek pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan III 2018 lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan triwulan yang sama pada tahun 2017 yang tercatat 5,83% (yoy). Kinerja pertumbuhan ekonomi Maluku juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,17% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, konsumsi swasta baik dari rumah tangga maupun Lembaga Nonprofit melayani Rumah Tangga (LNPRT) mencatatkan pertumbuhan tinggi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan konsumsi LNPRT tercatat tumbuh masing-masing sebesar 3,59% (yoy) dan 9,52% (yoy) didukung oleh perbaikan pendapatan dan keyakinan konsumen serta terjaganya inflasi. Belanja pemerintah juga membaik dengan tumbuh 10,26% (yoy) pada triwulan III 2018, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, sehingga memberikan dorongan terhadap kuatnya permintaan domestik. Investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tetap tumbuh tinggi sebesar 10,28% (yoy), meskipun melambat dari triwulan sebelumnya. Kuatnya permintaan domestik berdampak pada masih relatif tingginya pertumbuhan impor pada triwulan III 2018 yang mencapai 3,98% (yoy) terutama didorong oleh impor barang modal dan bahan baku.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), perbaikan permintaan domestik tercermin pada kinerja LU administrasi pemerintahan, LU pertanian, kehutanan dan perikanan dan LU konstruksi. LU administrasi pemerintahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,82% (yoy) pada triwulan III 2018 atau lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,13% (yoy). Tingginya pertumbuhan pada LU administrasi pemerintahan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku, yang terlihat dari realisasi APBD Pemerintah Provinsi Maluku, terutama belanja operasional yang tercatat sebesar 43,65%. Hal tersebut seiring dengan komitmen pemerintah daerah terhadap realisasi program Dana Desa Tahap 3. Selain itu, pemberian gaji ke-13 dan pelaksanaan beberapa kegiatan besar di Maluku seperti perayaan HUT RI, perayaan HUT Kota Ambon dan Pesta Teluk juga mendorong kinerja LU tersebut.

Sementara itu, LU pertanian, kehutanan dan perikanan juga tercatat tumbuh positif. Pada triwulan III 2018, LU pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 5,38% (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,28% (yoy). Menguatnya pertumbuhan pada LU pertanian, kehutanan dan perikanan didorong oleh panen ikan segar budi daya dan panen tanaman hortikultura selama triwulan III 2018. Peningkatan kinerja ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah yang konsisten untuk meningkatkan kapasitas produksi tanaman bahan makanan.

Disisi lain, LU konstruksi tumbuh positif namun melambat. Pada triwulan III 2018, LU konstruksi tumbuh sebesar 7,13% (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,81% (yoy). Melemahnya pertumbuhan LU konstruksi disebabkan oleh berakhirnya beberapa proyek besar di Maluku, seperti telah selesainya pembangunan salah satu hotel di Kota Ambon. Namun di sisi lain, beberapa proyek konstruksi masih tetap berjalan di Maluku, seperti pembangunan rumah sakit, gedung, ruas jalan Trans Maluku dan fasilitas perikanan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Maluku tetap kuat didorong permintaan domestik. Investasi tetap baik seiring dengan berlanjutnya pembangunan infrastruktur sehingga mendorong perbaikan konsumsi rumah tangga. Selain itu, belanja pemerintah yang tetap kuat dan stabilitas makro ekonomi yang terjaga serta penguatan struktur lapangan usaha akan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Maluku ke depan. (BI)

Tinggalkan Balasan