Wagub Maluku Buka Kembali Perjuangan Abdul Muthalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional

banner 468x60

 

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

AMBON — Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen kembali memperjuangkan Abdul Muthalib Sangadji untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku saat memberikan sambutan pada pembukaan Festival Benteng Victoria di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).

 

Pernyataan itu disampaikan menyusul aspirasi sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji yang meminta pemerintah kembali mengusulkan tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku.

 

Wakil Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan siap menindaklanjuti kembali perjuangan tersebut.

 

“Pemerintah selalu membuka diri untuk menerima aspirasi. Perjuangan tokoh Maluku Abdul Muthalib Sangadji sebagai Pahlawan Nasional harus diperjuangkan oleh seluruh masyarakat Maluku,” ujarnya.

 

Menurutnya, Pemprov Maluku sebelumnya telah mengusulkan Abdul Muthalib Sangadji sebagai calon Pahlawan Nasional. Namun, usulan tersebut belum membuahkan hasil.

 

“Pemerintah Provinsi Maluku sudah mengusulkan Abdul Muthalib Sangadji untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku, tetapi belum berhasil,” jelasnya.

 

Menanggapi kembali aspirasi mahasiswa dan masyarakat, Wakil Gubernur menyatakan akan segera menyampaikan hal tersebut kepada Gubernur Maluku untuk dibahas bersama.

 

“Besok saya akan laporkan kepada Bapak Gubernur. Kita rapat ulang lagi, kita cari dokumen yang sudah diusulkan, kemudian kita usulkan lagi agar Abdul Muthalib Sangadji bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional asal Maluku,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, perjuangan tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Koordinasi dengan jajaran Kodam XV/Pattimura juga telah dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat perjuangan pengusulan Abdul Muthalib Sangadji.

 

Festival Benteng Victoria Perkuat Kesadaran Sejarah

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur mengapresiasi pelaksanaan Festival Benteng Victoria yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

 

Mengusung tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni”, festival tersebut dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat Maluku yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, serta tradisi.

 

Wakil Gubernur menegaskan, Benteng Victoria bukan sekadar bangunan peninggalan sejarah, tetapi merupakan bagian penting dari warisan budaya yang harus dijaga bersama.

 

“Benteng ini adalah warisan yang harus terus dirawat, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh anak cucu di negeri Maluku,” katanya.

 

Festival tersebut juga menjadi momentum untuk membuka kembali pemahaman masyarakat mengenai sejarah Benteng Victoria. Salah satunya mengenai asal-usul pembangunan benteng yang disebut dibangun oleh Portugis, bukan Belanda sebagaimana yang selama ini dipahami sebagian masyarakat.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas perhatian pemerintah terhadap penggalian, pelestarian, dan pengenalan kembali berbagai warisan budaya di daerah, termasuk di Maluku.

 

Benteng Victoria dan Sejarah Lahirnya Kota Ambon

 

Pelaksanaan Festival Benteng Victoria semakin istimewa karena berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.

 

Wakil Gubernur menjelaskan, pada 7 September 1575, di kawasan tersebut berdiri benteng pertama yang dikenal masyarakat sebagai Benteng Kota Laha. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah lahirnya Kota Ambon.

 

Karena itu, Festival Benteng Victoria diharapkan tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah serta memahami pentingnya menjaga peninggalan budaya.

 

Menurutnya, tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni” juga sangat berkaitan dengan nilai kehidupan masyarakat Maluku, khususnya semangat basudara dan pela gandong.

 

“Maluku hanya bisa tetap harmonis kalau nilai basudara, nilai pela gandong terus dirawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Ia menekankan, nilai pela gandong dan basudara bukan hanya slogan, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat Maluku yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

Melalui Festival Benteng Victoria, pemerintah berharap kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap budaya semakin tumbuh di tengah masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di Maluku.()

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60