DPRD Maluku Bongkar Ketidaksiapan Pelabuhan Yos Sudarso Hadapi Lonjakan Penumpang Nataru

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Rombongan Komisi III DPRD Maluku saat Inspeksi mendadak di Pelabuhan Yosudarso Ambon. Foto_Valen

Bacaan Lainnya

banner 300250

AMBON,MG.com — Menjelang lonjakan arus penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Komisi III DPRD Maluku menyoroti serius minimnya kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Temuan ini mencuat usai inspeksi lapangan yang dilakukan Selasa (16/12/2025).

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, menegaskan kepadatan di pelabuhan didorong oleh banyaknya penumpang lintas provinsi yang harus transit sambil menunggu kapal lanjutan.

Tak sedikit dari mereka terpaksa bermalam di area pelabuhan karena tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal di Ambon.

“Arus penumpang di Yos Sudarso padat karena banyak yang transit. Sebagian bisa pulang ke keluarga, tapi banyak juga yang akhirnya menginap di pelabuhan,” ujar Alhidayat.

Ia menyayangkan fasilitas dasar belum dipersiapkan secara optimal.

Toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan dinilai belum memadai, padahal puncak arus Natal diperkirakan mulai 17 Desember.

“Di laporan terlihat seolah semuanya siap. Faktanya, di lapangan belum. Ini mengecewakan,” tegasnya.

Keluhan penumpang pun beragam—mulai dari keterbatasan toilet, minimnya tempat berteduh, hingga maraknya calo tiket.

Alhidayat mengingatkan, kondisi akan jauh lebih buruk jika cuaca tidak bersahabat.

“Hal-hal mendasar seperti toilet dan tenda semestinya sudah dihitung sejak awal. Untungnya bukan musim hujan,” katanya.

Komisi III mendesak agar seluruh pos pengamanan Natal segera diaktifkan untuk menampung aduan dan merespons cepat persoalan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Mohammad Malawat, mengakui kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso belum sepenuhnya optimal.

Keterbatasan lahan dan jumlah toilet menjadi kendala utama.

“Kondisinya memang belum ideal. Lahan sempit dan toilet terbatas. Kami segera koordinasikan penambahan tenda dan toilet portable,” jelasnya.

Menurut Malawat, fenomena penumpang menginap di pelabuhan bukan hanya terjadi saat Nataru, melainkan persoalan tahunan.

Faktor ekonomi dan penolakan penginapan akibat banyaknya barang bawaan kerap memaksa penumpang bertahan di area pelabuhan.

“Ini sudah lama jadi catatan kami dan akan masuk dalam perencanaan desain pelabuhan ke depan,” ujarnya.

Dishub Maluku memastikan koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas PUPR, Pelindo, BNPB, dan aparat keamanan segera dilakukan untuk mempercepat penambahan fasilitas dan pengamanan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Dalam waktu dekat, fasilitas tambahan akan segera disiapkan, khususnya di Pelabuhan Yos Sudarso,” pungkas Malawat. (**)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60