Ambon,MG.com — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Ditha Aditya Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Ditha mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju FESyar serta Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang menjadi upaya nyata BI dalam mendorong penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi di daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, khususnya kepada Bapak Gubernur, Pemerintah Provinsi, serta jajaran Pemerintah Kota Ambon,” ujar Ditha.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Maluku yang Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.” Tema ini mencerminkan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Menurutnya, kinerja perekonomian Maluku menunjukkan capaian positif. “Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan IV tahun 2025 tercatat sebesar 5,44 persen. Ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kerja sama dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ditha menambahkan, pengembangan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran menjadi langkah strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Bank Indonesia akan terus mendorong peningkatan literasi, edukasi, serta partisipasi masyarakat dalam praktik ekonomi syariah, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM, khususnya di sektor modest fashion dan halal,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat serta memperkuat koneksi antara pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan pasar dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Maluku.
Dalam hal digitalisasi, BI terus mendorong perluasan penggunaan transaksi non-tunai, termasuk implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan penggunaan QRIS di masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan momentum untuk menampilkan berbagai capaian program serta inisiasi kolaboratif yang telah dilakukan bersama,” tambahnya.
Sejumlah agenda turut meramaikan kegiatan tersebut, antara lain program kemitraan, edukasi cinta rupiah, hingga peluncuran berbagai program strategis seperti digitalisasi sistem pembayaran daerah dan zona kuliner halal, aman, dan sehat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan puluhan UMKM serta diikuti oleh 18 perbankan dan instansi terkait. Berbagai aktivitas seperti pameran produk, lomba, hingga hiburan turut disajikan untuk menarik partisipasi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi, promosi, serta perluasan akses informasi bagi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif, termasuk dalam bertransaksi menggunakan sistem pembayaran digital selama kegiatan berlangsung,” tutup Ditha.
Maluku Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Lewat Road to FESyar KTI









