Berada Pada Level 2, Penanganan Covid-19 di Ambon Semakin Baik

  • Whatsapp
banner 468x60

Ambon,MG.com-Berada pada level 2, penanganan Covid-19 di Kota Ambon semakin baik.

Akui Walikota Ambon Richard Louhenapessy disela – sela tinjuan Selebrasi Vaksinasi Massal Covid-19 yang dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama jajaran Forkopimda Maluku dan Kota Ambon yang
berlangsung di tribun Lapangan Merdeka Ambon, Senin (4/10/2021).

Dia mengatakan, Kota Ambon sudah berada pada level 2.

“Kalau indikator yang digunakan 70 persen, sebetulnya kita sudah berada pada level 1, tapi Indikator 70 persen harus lansia, makanya dalam waktu dekat kita prediksikan untuk lansia maka, bulan Oktober kita berada pada level 1,” ungkapnya.

Dia mengakui, para dokter dan perawat kurang lebih satu tahun lebih telah berjuang bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menangani masalah Covid-19 di Kota Ambon.

“Semua dokter dan tenaga kesehatan telah berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi kota ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Ambon 8862 dan total kasus sembuh di Kota Ambon 8668 sementara di rawat 30 orang 5 di rumah sakit dan 25 diisolasi mandiri, total kasus meninggal 164 dan tingkat kematian Kota Ambon 1, 9 persen, angka kesembuhan 97,8 persen, kasus aktif 0,3 persen.

“Kita berada di zona kuning dengan 2,72 dan level PPKM adalah level 2, untuk target sasaran vaksinasi Kota Ambon target sebanyak 274.000, 194 jiwa, dan total dosis 307 dosis.166 dosis, dimana dosis pertama sejumlah 197.895 sebanyak 72,2 persen untuk dosis persen dan dosis kedua 107.902 sebanyak 39,4 persen dan untuk dosis ketiga bagi tenaga kesehatan 1.369 sebanyak 32,5 persen,” jelasnya.

Untuk tenaga kesehatan yang telah divaksin sebanyak 136,4 persen, lansia sebanyak 53,4 persen, pelayanan publik 167,4 persen,masyarakat umum 45,0 persen, dan remaja 22.875 dosis pertama dan dosis kedua 789 atau 23,6 persen.

“Untuk vaksin masih ada untuk 15 hari tapi kita terkenal dengan vaksin Astrazeneka karena expirednya semakin dekat dan ini yang sangat menuliskan peran aktif untuk mengejar target karena masyarakat lebih memilih untuk menggunakan vaksin sinovac,” katanya.

Terkait pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan di lokasi Tribun Lapangan Merdeka , jelas Pelupessy, telah berlangsung dari tanggal 22 September dan akan berakhir pada 14 Oktober 2021 mendatang.

“Dari data yang kita peroleh, yang telah divaksinasi sampai dengan hari kemarin sebanyak 1.997 orang, selama 8 hari pelaksanaan,” tuturnya. ( Fal )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60