Ibu Rumah Tangga Ditemukan Gantung Diri di Desa Hatusua Kabupaten SBB

  • Whatsapp
banner 468x60

KAIRATU, MG.com – Ny. Fernon Tutkey ditemukan gantung diri di pabrik pengolahan satu milik suaminya Yansen Pattisamalo di Hutan Dusun Salapu Petuanan Desa Hatusua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Minggu (15/11/2020), pukul 16.00 Wit.

Korban ditemukan dengan posisi tergantung pada kayu penyangga atap kamar dengan menggunakan tali nilon.

Korban ditemukan pertama kali ditemukan oleh saksi Morgan Souhoka.
Awalnya, para saksi yakni Yansen Patisamalo (suami korban), Dino Sipolo, dan Morgan Souhoka pergi mengecek pohon sagu yang akan dipotong pada hari Senin, (16/11/2020) sedangkan korban tinggal di Pabrik Pengolahan Sagu sendirian.

Sekitar 1 jam kemudian para saksi kembali ke pabrik tempat pengolahan sagu. Sesampainya di Pabrik Sagu, Morgen Souhoka berteriak meminta Fernon Tutkey (Nona) untuk membuatkan kopi.

Karena tidak ada jawaban, Morgen Souhoka mengecek korban di dalam kamar namun pada saat Morgen Souhoka membuka pintu, ternyata dilihatnya korban sudah tergantung pada kayu penyangga atap kamar korban dengan menggunakan tali nilon.
Melihat hal tersebut, Morgen Souhoka memanggil Yansen Patisamalo (suami korban) dan memberitahukan hal tersebut.

Yansen Patisamalo langsung masuk ke kamar dan menurunkan korban dengan cara memotong tali yang mengikat leher korban.
Korban gantung diri menggunakan tali nilon, ikatan tali pada posisi simpul hidup.

Setelah mendapat laporan dari warga, anggota polisi dari Polsek Kairatu dipimpin Kanit Serse Bripka R. Ngilamele langsung turun ke TKP dengan lima anggota polisi untuk mengamankan serta lakukan olah TKP juga mengamankan barang bukti berupa tali nilon.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kairatu untuk dilakukan visum oleh dr V. Siwabessy.
Hasilnya, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan hanya bekas jeratan tali di leher berbentuk huruf V.

Selanjutnya pukul 00.40 Wit, Senin, (16/11/2020) korban dibawa ke rumah duka di Desa Wasarisa Kecamatan Kairatu Barat menggunakan ambulance.

Sang suami, Yansen Pattisamalo dan keluarga sepakat menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah Fernon Tutkey dengan membuat surat pernyataan.
Keluarga menerima dengan ikhlas kematian korban. (Kos).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60