OTK Beraksi di Dusun Translok, Dua Nyawa Melayang

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Akibat ulah orang tak dikenal di Dusun Translok Desa Eti Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat, akhirnya dua nyawa melayang dan satu orang terluka parah.

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (12/10/2020) di Dusun Translok Desa Eti tepatnya di perempatan jalan SD Inpres Mata Empat.
Akibatnya, Steward Leleury dan James Lekalait harus merenggang nyawa dan Monas Larurake mengalami luka bacok yang cukup parah.

Berdasarkan keterangan salah satu warga Dusun Translok yakni Frets Litay bahwa sekitar pukul 21.25 WIT melintas orang tak dikenal menggunakan kenderaan R-2 merk Honda Supra GTR Nomor Polisi DE 3484 NN dari arah Desa Piru hendak kembali pulang menuju ke Desa Lumoli.
Tepatnya di depan SD Inpres Mata Empat, OTK memainkan gas motor sehingga mengeluarkan suara yang cukup keras (bleyer).
Menyikapi hal itu, Steward Leleury menegur OTK namun tidak diindahkan dan langsung menuju ke Desa Lumoli.

Sekitar pukul 22.30 wit, OTK tersebut kembali menuju ke Dusun Translok tepatnya di perempatan jalan SD Inpres Mata Empat.
Melihat Stewar sedang duduk di deker, OTK tersebut menghentikan kendaraan dan menuju korban dan menikam korban dan langsung lari meninggalkan kendaraan R – 2 miliknya.

Mendengar adanya keributan massa dari Dusun Translok keluar rumah dan melihat Stewar Leleury bersimbah darah, dan langsung melarikan korban menuju RSUD Piru.

Kenderaan OTK langsung dibakar warga Dusun Translok.

Akhirnya, Stewar Leleury dinyatakan meninggal dunia pukul 22.45 wit di RSUD Piru dengan hasil visum luka tikam di bagian dada sebelah kiri tepat mengenai jantung dengan panjang 7cm dan lebar 3 cm dengan panjang jahitan bagian luar 9 jaitan dan bagian dalam 5 jahitan.

Pada pukul 23.15 wit, dari arah Desa Lumoli datang 4 orang warga desa tersebut menggunakan alat tajam (parang dan tombak) sambil mengeluarkan kata makian tepat di depan rumah Frets Litai.

Mendengar keributan tersebut, Frets Litai meminta agar keempat orang itu sebaiknya kembali pulang.
Namun bukannya pulang, keempat warga tersebut terus menuju ke Dusun Translok, tepatnya di depan rumah keluarga Julkus Jacob.
Akibatnya, terjadi perkelahian antara ke empat warga Desa Lumoli dengan sejumlah warga masyarakat Dusun Translok yang mengakibatkan dua warga Desa Lumoli terluka dan meninggal dunia.

Sedangkan James Lekalait yang juga warga Desa Lumoli meninggal dunia dengan mengalami luka potong bagian kiri panjang 22 cm, lebar 2,5 cm dan dalam 1,7 cm, luka robek pada pelipis kanan panjang 4 cm, lebar 0,4 cm luka robek pada bibir atas panjang 0,5 cm, dan lebar 0,1 cm.

Akibat perkelahian tersebut, Joner Larurake warga Desa Lumoli mengalami luka bacok pada bahu sebelah kiri dengan panjang 25 cm.

Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar-Butar didampingi oleh Wakapolres SBB KOMPOL Akmil Djapa bersama Kabag Sumda Res SBB Kompol J. Batara, Kabag Ops Res SBB AKP V. Goleng, Kasat Sabhara Res SBB Iptu. H. Yahelissa, Kasat Reskrim Res SBB Iptu P. Matahelemualtiba di TKP bersama personil Polres SBB sekitar 50 personil.

Saat itu juga dilakukan olah TKP terhadap Korban meninggal dunia Yames Lekalait dan KR2 milik pelaku oleh tim Identifikasi Polres SBB dipimpin oleh Kasat Reskrim Res SBB Iptu. P. Matahelemual. (Kos)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60