KAIRATU, MG.com – Percaya ucapan dukun santet, akhirnya dua rumah di Desa Lohiatala Kecamatan.Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dibakar massa. Kejadian naas ini terjadi Sabtu (12/09/2020) sekitar pukul 09.30 Wit.
Peristiwa pembakaran rumah tersebut diawali dengan salah satu warga yakni Riky Nikolebu staf di Desa Lohiatala kesurupan
kemudian diobati secara non medis oleh Ny. Sapasurun dan sembuh.
Setelah sembuh, yang bersangkutan kemudian menyebutkan nama-nama yang diduga mengunakan ilmu santet.
Namun ternyata, pada Sabtu (12/09/2020) Nikolebu kembali mengalami kerurupan dan menyebutkan beberapa nama yang di duga mengunakan ilmu hitam (santet) yang menyebabkan beberapa warga desa Lohiatala sakit.
Mendengar kicauan tersebut tidak lama kemudian, ratusan orang mulai berkumpul, dan terbagi pada dua lokasi kemudian mulai lakukan aksi melempar dan merusak rumah milik Ny. Susana Nikolebu yang telah berusia 63 Thn.
Pengrusakan tersebut kemudian berlanjut dengan membakar dua unit rumah milik Piter Tuwely 6 dan Otis Sardely keduanya merupakan.petani di desa itu.
Belum.puas, sekitar pukul l5.05 wit, massa sekitar 200 orang berkumpul kemudian menuju rumah Elis Tuweli Umur dan lakukan pelemparan dan nyaris membakar rumah tersebut namun dicegah anggota Satgas BKO 732/Raider, Polsek Kairatu Barat, dan Babinsa Kairatu.
Sekitar pukul 16.20 Wit, Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar tiba di TKP bersama rombongan, selanjutnya meninjau rumah yang terbakar maupun dirusak oleh masa sekaligus lakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Lohiatala, Ketua
Klasis Kairatu ,Pdt Z.J.Shaertian, Ketua Majelis Jemaat GPM Lohiatala, Ny Sapasuru, Raja Desa Lohiatal Hermanus Manakane beserta Staf Desa dan lainnya.
Pada saat itu, Raja Lohiatala menghimbau agar warga Desa Lohiatala tenang dan tidak terpancinng dengan isu yang memprovokasi warga..
“Masaalah yang terjadi akan diselesaikan dengan hukum adat, untuk itu jangan lagi ada kejadian yang akan mengakibatkan berurusan dengan hukum pidana,” ingatnya. (Kos)










