Louhenapessy dan Keliobas Bakal Dievaluasi DPP Golkar

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON,MG.com – Kinerja Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon dan Seram Bagian Timur akan dievaluasi menyusul anjloknya suara Partai Golkar pada Pileg 2019.

Bahkan, kursi DPR RI yang biasanya menjadi langganan Partai Golkar hilang. Kader Partai Golkar gagal melenggang ke Senayan. Dan ini adalah pukulan terberat bagi Partai Golkar di Maluku.

Yang paling memalukan bagi Partai Golkar di Pileg 2019 adalah hilangnya suara partai berlambang beringin ini dari Kabupaten Seram Bagian Timur. Padahal, sang bupati adalah Ketua DPD II Partai Golkar SBT.

Untuk itu Partai Golkar akan lakukan evaluasi terhadap kinerja Ketua DPD II Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Mukti Keliobas di Seram Bagian Timur.
Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Maluku, Richard Rahakbauw SH kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Karang Panjang – Ambon, Senin (20/5/2019).

Bahkan RR pertanyakan kontribusi Richard Louhenapessy kepada Partai Golkar setelah menduduki kursi Walikota Ambon dua periode.
“Apa kontribusinya buat Partai Golkar ? Nol, nol dan nol,” tegasnya berapi-api.
Menurut RR, hal ini harus menjadi catatan, bahwa keberhasilan Partai Golkar untuk meraih kursi Ketua DPRD Kota Ambon murni perjuangan pribadi masing-masing Caleg bukan perjuangan Louhenapessy. Karena itu, kinerja Louhenapessy yang juga Walikota Ambon dan Bupati SBT Mukti Keliobas sebagai Ketua DPD II akan dilaporkan ke DPP.

“Artinya kalau DPR RI kita gagal itu bukan karena kesalahan Ketua DPD I, Said Assagaff tetapi kesalahan Louhenapessy dan Keliobas yang tidak maksimal kerja untuk partai. Karena itu, kedepan DPP bisa menempatkan kader yang loyal bagi partai bukan yang hanya mementingkan pribadi sendiri,” ujar Rahakbauw.

Padahal menurut RR, Partai Golkar memiliki andil besar dan nyata bagi kesuksesan Louhenapessy menuju kursi Walikota Ambon.
“Richard Louhenapessy jadi Walikota Ambon itu gratis, kita berdarah-darah bagi kemenangannya, tapi apa yang dilakukan buat partai ini ?” kata RR dengan nada tinggi.
Namun setelah berhasil, menempati kursi Walikota Ambon selama dua periode, Louhenapessy dianggap tidak loyal.

Secara blak-blakan, RR mengakui keberhasilan PDI-P yang berhasil meraih kursi DPRD Maluku terbanyak lantaran perolehan suara yang merata di setiap kabupaten dan kota.
“Selamat buat kemenangan PDI Perjuangan, karena konsolidasi mereka sangat luar biasa dan kami mengucapkan selamat bagi teman-teman PDI Perjuangan,” ujar RR.

Di Pileg 2019, Partai Golkar hanya mampu
meraih enam kursi yakni masing-masing satu kursi dari Dapil VII Maluku Barat Daya-Kepulauan Tanimbar, Dapil VI Maluku Tenggara – Aru dan Kota Tual, Dapil I Kota Ambon, Dapil II Maluku Tengah dan dua kursi dari Dapil III Buru – Buru Selatan.
Sedangkan dari Kabupaten SBB dan SBT Golkar gagal meraih perolehan suara. Dengan demikian Partai Golkar hanya bertahan pada posisi Wakil Ketua DPRD Maluku sedangkan PDI Perjuangan berhasil menduduki kursi Ketua DPRD Maluku. (On)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60