Maluku Tonggak Sejarah Pesparani Nasional Indonesia

AMBON, MG.com – Maluku akan menjadi tonggak sejarah penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik di Indonesia.

Penetapan tonggak sejarah tersebut diawali dengan dihelatnya Pesparani Katolik Nasional I di Kota Ambon- Provinsi Maluku pada 27 Oktober hingga 2 November 2018.

Untuk itu, penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional I ini harus mengulangi kesuksesan Pesparawi dan MTQ Nasional yang diselenggarakan di Kota Ambon.

Walaupun, Pemerintah Pusat (Pempus) hanya mengakomodir Rp 12 miliar dari Rp 20 miliar yang disepakati dialokasikan dari APBN.

Padahal, dari total dana Rp 40 miliar yang dibutuhkan, ada sharing dana Pempus dan Pemda Maluku, yakni masing-masing Rp 20 miliar.

Namun hingga H-7 Pempus ingkari kesepakatan tersebut dan hanya mengalokasikan Rp 12 miliar.

Namun, pengingkaran atau kebohongan Pempus untuk Maluku ini tidak lantas membuat Pemda Maluku parah arang. Komitmen mengulangi kesuksesan penyelenggaraan Pesparawi dan MTQ tetap membara untuk mengulanginya pada penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional I di Indonesia pada 27 Oktober hingga – 2 November 2018 mendatang.

Menyikapi hal ini, Uskup Diosis Amboina Mgr, Petrus Canisius Mandagi mengatakan, suksesnya sebuah perhelatan Nasional khususnya Pesparani, tidak terpatok dari berapa anggaran yang dikucurkan namun modal utama adalah kekuatan kerukunan antar umat beragama.

“Perhelatan event ini, harus sukses di tengah-tengah kesederhanaan,” tegasnya kepada wartawan, pekan lalu.

Dengan anggaran Rp12 miliar, Maluku akan ulangi kesuksesan Pesparawi dan MTQ walau jimlaj anggaran tersebut terbilang kecil.

Sebab menurutnya modal utama dari Pesparani adalah persaudaraan antar umat, baik umat Muslim, Protestan, Katolik, Hindu dan Budha termasuk juga modal utama persaudaraan dengan pemerintah.

“Penyelenggaraan jalan dan harus sukses,” tegas Mandagi.

Menurut Mandagi, keterbatasan anggaran yang dimiliki, bukanlah sebuah kelemahan, justru sebaliknya menjadi tantangan dan ujian untuk menyukseskan Pesparani, tanpa mengurangi kualitas dan mutu event tersebut.

Mandagi berharap, berapapun  anggaran yang diperuntukan bagi pelaksanaan Pesparani Tingkat Nasional di Kota Ambon, dapat dikucurkan dalam waktu dekat, untuk membiayai seluruh kegiatan yang telah direncanakan.

“Saya berharap anggaran Pesparani yang dijanjikan Pempus segera dikucurkan agar bisa digunakan membiayai penyelenggaraan event ini,” kata Mandagi berharap. (On)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan