SUPM Ambon Terbaik di Indonesia

AMBON, MG.com – Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon merupakan sekolah kejuruan perikanan terbaik di Indonesia. Demikian pengakuan dari Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Bambang Suprakto, saat pelantikan siswa angkatan XXXIII di lapangan upacara SUPM Waiheru Ambon, Senin(24/9/2018).

“Perlu saya informasikan  kepada undangan serta orang tua bahwa SUPM Waiheru merupakan  SUPM terbaik di Indonesia,” kata Bambang.

Menurutnya, indikator yang menjadikan  SUPM Waiheru terbaik di Indonesia adalah sejak 2016, SUPM Waiheru Ambon salah satu lembaga  yang bebas korupsi dan tetap dipertahankan hingga kini.

“Artinya, integritas yang dimulai dari pimpinan sampai bawahannya memiliki integritas yang patut dicontohi SUPM lainnya,”akuinya.

Bukan hanya integritas tambah Bambang, dari sembilan SUPM di Indonesia yang memiliki 10 Politeknik program Diploma III serta satu sekolah tinggi perikanan program S1 dan S2, hanya SUPM Waiheru yang terbaik.

Bahkan dengan peredikat terbaik, status SUPM dipercayakan untuk mengelola keuangan sendiri dengan berbasis Badan Layanan Umum (BLU).

“Yang kita tahu selama ini, BLU hanya diterapkan perguruan tinggi, untuk sekolah setingkat SMK belum ada di Indonesia, makanya Kementerian Keuangan terkejut SUPM setingkat SMK yang mau menyelenggarakan BLU, sehingga ini menjadi indikator,” pujinya.

Dikatakan, keberanian SUPM Waiheru Ambon menyelenggarakan BLU, berarti secara keseluruhan internal SUPM sudah bisa mengelola keuangannya dan siap diaudit secara terbuka.

Bahkan siap melayani anak didik dengan baik sebab tantangan BLU juga menyangkut pelayanan.

“Kalau mutu lulusan tidak bagus, itu bukan BLU dan kalau lulusannya masih nganggur itu juga bukan BLU,” tandasnya. Nantinya orang tua tidak perlu risau dan gundah dengan BLU, misalnya uang sekolah dan lainnya sebagainya akan meningkat atau mahal. Sebab, lembaga pendidikan dibawa Kementerian KKP memiliki kebijakan tersendiri terhadap BLU.

“Setelah diberlakukan BLU maka akan dirumuskan persentase biaya, bukan lagi 48 persen yang akan dibiayai Kementerian KKP, tetapi lebih dari 60 persen sehingga hanya 40 persen yang dikenakan biaya dan itu akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat,” jelanya.

Dikatakan, setiap kemajuan pasti ada tantangan, dan ini adalah sebagian tantangan bagi SUPM Waiheru dalam menerapkan BLU.

Sebuah kebanggan karena setiap ada kunjungan pejabat negara pasti SUPM Waiheru masuk dalam agenda kunjungan.  “Pejabat sipil negara yang berkunjung ke Ambon pasti meluang waktunya berkunjung di SUPM Waiheru contohnya, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Yusuf Kalla, para Menteri, bahkan beberapa tokoh luar negeri turut datang, sehingga menjadi kebanggaan dari SUPM Waiheru Ambon dibawa pimpinan, Kepala SUPM Achmad Jais Ely,” katanya lagi. (On)

 

 

Tinggalkan Balasan