Program TPAKD Terfokus di 3 Kluster

AMBON, MG – Hasil pemetaan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku terdapat tiga kluster yang menjadi fokus program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Maluku tahun 2018, yaitu Kluster Home Industry dan Pariwisata di Desa Mamala dan Morela Kabupaten Maluku Tengah, kluster Perikanan di Desa Tial Kabupaten Maluku Tengah serta kluster pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara.

Saat ini outreach program yang telah berjalan adalah kluster home industry di Desa Mamala dan Morela. Sementara kluster pariwisata di Maluku Tenggara dan kluster perikanan di Desa Tial akan dilakukan pada triwulan III 2018.

Sebagai bentuk kontribusi langsung OJK pada pengembangan ekonomi daerah, TPAKD Provinsi Maluku tahun 2018 terfokus upaya percepatan akses keungan masyarakat melalui pendekatan kluster. Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kluster di Maluku merupakan kerjasama antara TPAKD Provinsi Maluku, TPAKD Kabupaten Maluku Tenggara dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Maluku.

“Bentuk kegiatan adalah sosialisasi, pelatihan keahlian dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan yang akan dilaksanakan sesuai dengan potensi dan komoditas unggulan daerah di Maluku serta mendekatkan akses layanan keuangan khusus kredit untuk mendukung permodalan usaha,” kata Kepala OJK Maluku Bambang Hermanto saat Media Update di Ambon, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, program kerja TPAKD pada posisi Juni 2018, Agen Laku Pandai mencatat sebesar 1.939 agen atau meningkat 49,73 persen atau 644 agen dari posisi Desember 2017 yang tersebar di 310 desa atau meningkat 12 desa dibandingkan Desember 2017 pada 11 kabupaten dan kota di Maluku.

Jumlah bank sebagai bentuk kontribusi langsung OJK pada pengembangan ekonomi daerah, TPAKD Provinsi Maluku tahun 2018 terfokus upaya percepatan akses keuangan masyarakat melalui pendekatan kluster.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kluster di Maluku merupakan kerjasama antara TPAKD Provinsi Maluku, TPAKD Kabupaten Maluku Tenggara dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Maluku,” tambahnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa perkembangan program  Laku Pandai posisi Desember 2016 sampai kini masih lima bank yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Tabungan Negara ( BTN), dan Bank Sinar Mas Tbk.

Sedangkan saldo Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) posisi Juni 2018 tercatat sebesar  Rp9,47 miliar meningkat 49,67 persen atau Rp 3,14 miliar posisi Desember 2017.

Jumlah rekening 49.279 meningkat 10,01 persen atau 4.486 rekening dari 44.793 rekening pada posisi  Desember 2017 yang tersebar di 974 sekolah di Maluku pada jenjang PAUD hingga SMA/sederajat

 atau bertambah 207 sekolah dibanding Desember 2017.

“Hingga kini, bank penyelenggara tabungan SimPel  berjumlah 10 bank,” katanya singkat. (on)

 

 

Tinggalkan Balasan