KRM Ekspor 8,5 ton Pala dari Ambon Tujuan Eropa

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – PT. Kamboti Rempah Maluku (KRM) mengekspor 8,5 ton komoditi rempah pala Maluku langsung ke Eropa dengan negara tujuan Belanda dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Sabtu (29/1/2022).

Ekspor perdana ini dilepas oleh Penjabat Sekda Maluku, Sadali Ie didampingi stakeholder terkait dan juga Komisaris Utama PT. KRM, Samson Attapary

Bacaan Lainnya

banner 300250

Penjabat Sekda Maluku, Sadali Ie mengakui, ekspor dari Maluku dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi karena kondisi pandemi Covid-19 sehingga persyaratan ekspor menjadi semakin berat.

Di Tahun 2022 ekspornya cukup bagus tapi masuk pada tahun 2021 dan 2022 mengalami penurunan signifikan akibat pandemi.

Namun Maluku ini memiliki komuditas unggulan yang tidak saja di sisi perkebunan tetapi juga komuditas Perikanan, Kehutanan yang menjadi andalan dan akan diarahkan untuk ekspor ke Eropa.

“Ini merupakan prestasi yang bukan dikerjakan per orang tapi ini sinergitas yang dibangun bersama, sehingga lahirnya suatu keberhasilan yang pada hari ini kita lihat. Dan mudah-mudahan ini kita dapat dorong demi mewujudkan misi Pemprov Maluku yaitu Maluku yang terkelolah secara jujur, bersih dan melayani,” harapnya.

Komiditi rempah pala yang diekspor ini tanpa gunakan pupuk sehingga penanganan komoditi pasca panen sangat penting.

Maka dari itu kolaborasi dan sinergitas semua instansi terkait sangat dibutuhkan agar persyaratan ekspor komoditi rempah ini dapat dipenuhi.

“Peluang pasar ekspor ini sangat luas, tinggal bagaimana kita mampu berinovasi untuk mencari peluang-peluang ekspor ke negara lain. Semoga kegiatan ekspor hari ini dapat mendorong semangat, bukan saja petani pala dan komiditi lainnya tapi yang paling utama para eksportir dan pemangku kepentingan lainnya terutama Bea Cukai yang selalu mendampingi, memberikan support kepada eksportir,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Elvis Pattiselano memberikan apresiasi kepada kepada Gubernur Maluku Murad Ismail dan Sekda Sadali Ie yang selalu memberi arahan kepada tim peningkatan ekspor dan akhirnya ada kapal yang bersedia untuk pengiriman dengan tujuan Eropa.

Pattiselano menjelaskan, nilai ekspor 8,5 ton komoditi rempah pala oleh PT. Kamboti mencapai Rp 1,8 miliar yang dikemas dalam satu kontainer 20 feet.

Komoditi rempah pala yang diekspor merupakan pala terbaik karena harus diseleksi secara teliti, bukan asal pilih sehingga butuh waktu yang lama.

“Sangat sulit mencari 8,5 ton karena ini pala organik, pala yang terpilih, bukan pala yang diambil sembarang, tapi diseleksi sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk bisa kumpulkan 8,5 ton,” jelasnya.

Apalagi, sambung Elvis menembus pasar Eropa yang terbilang sangat sulit mengingat ada persyaratan uji aflatoksin.

“Menembus pasar Eropa sangatlah sulit. Ini sudah sekitar 21 tahun kita terhenti sehingga Eropa kembangkan isu aflatoksin dan ini jadi hambatan ekspor pala ke eropa,” ungkapnya.

Diakuinya, ekspor ini dapat berjalan karena semua pihak terkait dalam Tim Percepatan Ekspor Maluku selalu memberikan pendampingan kepada eksportir.

Ekspor perdana ini dapat diikuti ekspor-ekspor lainnya. “Ini ekspor perdana, pasti ada ekspor-ekspor selanjutnya,” harapnya.

Komisaris Utama PT. KRM, Samson Attapary mengatakan ekspor yang dilakukan oleh perusahannya ini menjadi bagian mendorong peningkatan ekspor langsung dari Ambon, bukan melalui daerah lain.

Komoditi rempah pala yang diekspor ini terdiri dari biji pala grade ABC sebanyak 4,5 ton, biji pala grade SS sebanyak 2,300 ton, fuli atau bunga pala utuh 1,489 ton, fuli bunga pala bubuk 188 kilogram senilai Rp 1,9 miliar.

Ini merupakan ekspor kedua yang dilakukan PT. Kamboti, sebelumnya ekspor melalui Surabaya, maka kali ini perdana ekspor langsung dilakukan dari Ambon ke Eropa dengan tujuan mengangkat kembali citra dan nama besar Maluku melalui komoditi rempah pala yang sejak dulu sudah dikenal dan agar Maluku tercatat dalam neraca ekspor.

“Karena ini produk asli Maluku, harus terdaftar dengan nama Maluku sehingga, bukan hanya itu saja, untuk memperkuat legitimasi keaslian produk Maluku ini, disetiap ekspor disertakan juga dokumentasi asal usul pala terutama asal desa atau pulau tempat pala dibeli,” jelasnya.

Atapari menambahkan ini bertujuan agar konsumen atau buyer di luar negeri dapat mengetahui asal usul pala dan mendorong sektor pariwisata Maluku lebih dikenal lagi di luar negeri melalui wisata perkebunan pala sekaligus promosikan Maluku sebagai kepulauan rempah-rempah atau Maluku sebagai titik awal rempah dunia.

Dia mengaku ekspor langsung perdana dari Ambon ini dapat berjalan berkat kerjasama dan dukungan dan pendampingan penuh dari Tim Percepatan Ekspor Maluku. “Tidak ada yang dipersulit, kalau ada kendala kita didampingi dan dikroscek bersama-sama. (D2)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60