AMBON, MG.com – Gubernur Maluku, Murad Ismail menghadiri prosesi Pentahbisan enam Imam Baru Keuskupan Amboina ditahbiskan, Sabtu, (29/1/2022).
Prosesi Pentahbisan dilakukan Administrator Apostolik Keuskupan Amboina, Mgr PC Mandagi MSC dalam misa yang berlangsung di Katedral Santo Fransiscus Xaverius Ambon.
Keenam Imam baru tersebut yaitu Pastor Rio Sarkol MSC, Pastor Angky Kelbulan, Pastor Corsan Rahaded, Pastor Roy Sugianto, Pastor Joma Masriat dan Pastor Rey Lerebulan MSC.
Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan, dengan pentahbisan ini para Imam merupakan pelaku sejarah dalam gereja dalam masyarakat.
“Semoga Pentahbisan Imam baru ini akan menjadi momentum strategis dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan Gereja Katolik pada Keuskupan Amboina,” katanya.
la yakin para imam yang ditahbiskan saat ini akan memainkan peran-peran penting dalam gereja maupun masyarakat untuk bersinergi dan berinteraksi dengan para pihak dalam membangun peradaban umat dan masyarakat di Maluku.
Sementara itu, Administrator Apostolik Keuskupan Amboina, Mgr PC Mandagi MC dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para imam baru.
“Terima kasih kehadiran Pak gubernur di tengah kesibukannya, kepada keenam Imam, anda merupakan kelompok akhir yang saya tahbiskan di Gereja Katedral ini. Jadi anda bersejarah bagi saya. Anda berkorban maka pengorbanan anda akan dibalas,” kata Mandagi.
Pastor Frangky Philipus Kelbulan mewakili Imam yang baru ditahbiskan dalam sambutannya mengatakan, pentahbisan ini merupakan panggilan Tuhan untuk melayani.
“Dalam panggilan ini, kami yakin Tuhan ada bersama-sama dengan kami untuk tetap berkarya dan melayani,” ungkap Pastor Kelbulan sembari menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup, para Pastor, orang tua, keluarga, sahabat yang selalu memberikan dukungan, topangan doa dan harapan hingga proses penthabisan bisa dilaksanakan.
Sedangkan, Anthonius Raharusun, mewakili orangtua para Imam baru mengatakan bahwa, hari ini hari bersejarah baik bagi keenam Imam baru, maupun bagi seluruh umat Katolik di wilayah Keuskupan Amboina.
“Saya menyebutkan hari berserah karena hari ini lewat Tahbisan Suci mereka diangkat dan dijadikan milik Tuhan, Gereja dan Umat. Karena Imamat adalah anugerah Tuhan yang diperuntukan demi pelayanan kepada gereja, umat dan masyarakat,” ungkap Anthonius.
Selama kurang lebih 27 tahun melaksanakan karya penggembalaan di Keuskupan Amboina, Bapa Uskup Mandagi akan melanjutkan karya penggembalaan di Keuskupan Agung Merauke.
Pada kesempatan itu juga, Pastor Samuel Maranresi, mewakili MSC Indonesia memberikan pesan singkat untuk Imam yang baru agar jangan lupa diri, jangan lupa tanah asal, karena bisa terjadi kesalahan dan kejatuhan. (D2)










