Pesan Gubernur di Pengukuhan Adat Raja Negeri Seith

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Setelah menunggu beberapa tahun, akhirnya Negeri Seith Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah memiliki pimpinan desa definitive.

Rivi Ramli Nukuhehe dikukuhkan sebagai Raja Negeri Seith menggantikan alm. Mahfud Nukuhehe, oleh Tetua Adat Wais Nukuhaly melalui pemasangan Mahkota Raja di Baileo Nukuitu, Depan Masjid Tua Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu, (12/01/2022).

Saat dikukuhkan, Rivi didampingi Raja Negeri Lima M. Ghozali Soulissa, Raja Negeri Kaitetu Muhammad Armin Lumaela dan Kapitan Negeri Seith, Sukran Lalihun. Dan disaksikan Raja Negeri Ouw Kecamatan Saparua Timur dan Pejabat Negeri Tihulale Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram bagian Barat (SBB).
Negeri Ouw dan Negeri Tihulale merupakan saudara gandong dari Negeri Seith.

Pengukuhan tersebut disaksikan Upu Latu Maluku Murad Ismail, didampingi Ina Latu Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Rektor Unpatti, M.J. Saptenno, serta pejabat lingkup Pemerintah Provinsi dan Maluku Tengah.

Prosesi acara diawali dengan sambutan terhadap Upu Latu dan Ina Latu Maluku beserta rombongan dengan Tarian Cakalele dan Tarian Selamat Datang serta pengalungan selendang dari siswa-siswi SMA Negeri 27 Maluku Tengah di Jembatan Wai Mahina Negeri Seith.

Setelah beristirahat sejenak di kediaman Raja Seith, Upu Latu Maluku dan rombongan menuju Baileo Nukuitu sambil menunggu kedatangan Raja Negeri Seith bersama hulubalang didampingi Raja Negeri Kaitetu dan Raja Negeri Lima sedangkan Upu Nyora didampingi para nyai.

Setelah pengukuhan adat selesai, Upulatu dan Inalatu Maluku beserta rombongan kembali ke kediaman Raja Negeri Seith untuk mendengar beberapa arahan dari Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tengah.

Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pengukuhan adat Raja Negeri Seith.
Ritual adat merupakan momen bersejarah untuk anak negeri karena memiliki pesan dan makna simbolik sebagai perwujudan agar menjaga dan memantapkan keberlangsungan nilai budaya dan kearifan lokal yang telah digagas para leluhur.
“Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini ada beberapa pesan dan harapan yang perlu saya sampaikan,” kata Murad.

Pesan yang pertama, Murad mengingatkan agar pengukuhan adat jangan hanya dimaknai saja seremonial tetapi merupakan tanggung jawab moril untuk melestarikan dan mewariskan nilai kepemimpinan yang amanah, tanggung jawab dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat, karena memiliki fungsi utama, yang akan membentuk karakter identitas kultural dan peradaban yang dapat memperkuat harmoni dan persaudaraan, dalam masyarakat bahkan bisa menjadi modal sosial dalam pembangunan bangsa dan negara terutama Maluku.

Kedua, era globalisasi yang terus berubah sangat cepat, berpengaruh hingga ke negeri atau kampung-kampung yang jauh dari kota.
“Pengaruh ini membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dampak positif yang ditimbulkan adalah keterbukaan kecepatan informasi dan modernisasi. Sedangkan dampak negatifnya lahirnya kecenderungan masyarakat yang semakin glamour, materialistis dan individualistis yang sejatinya bertentangan dengan sifat hidup orang basudara yang telah menjadi kekayaan budaya di Maluku,” katanya mengingatkan.

Ketiga, kesadaran hidup sebagai orang bersaudara harus diperkuat berdasarkan semangat Siwalima, Pela Gandong yang senantiasa saling memahami, percaya, menghargai peduli dan mengasihi.

Keempat, Pemprov Maluku komit meningkatkan pembangunan negeri-negeri adat di Maluku. Pemerintah terus mendorong alokasi anggaran melalui skema dana desa maupun anggaran dana desa. Kedua anggaran tersebut, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di desa dan negeri-negeri di Maluku.

Hal ini tentunya untuk mewujudkan visi pemerintah provinsi Maluku yaitu Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan.
“Kepada bapak Raja yang hari ini dikukuhkan sebagai Upu Latu Uliala Leisiwa dan seluruh warga masyarakat Negeri Seith agar selalu diberi keteguhan, persaudaraan dan persatuan dalam menjaga dan membangun, menuju negeri yang maju dan sejahtera,” ujar Gubernur.

Di tempat yang sama, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal berharap kelompok masyarakat adat selaku komponen penting dalam gerak sejarah pengembangan daerah, senantiasa dilibatkan dalam setiap proses pembangunan di daerah mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar akselerasi pembangunan negeri dapat meningkat.
“Hal ini penting untuk saya sampaikan karena peran serta masyarakat sangat menentukan kemajuan pembangunan pada segala aspek dan dimensinya,” harap Bupati. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60