Kantongi 99 Persen Dukungan DPP, Mus Mualim Siap Nakhodai Partai Hanura Maluku

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – DPP Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura, saat ini tengah membahas siapa yang bakal ditunjuk menjabat Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku.

Nama Mus Mualim dan Rhoni Sapulete, disebut-sebut bakal ditunjuk menakhodai partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) itu.

Diantara keduanya, nama Mus Mualim, disebut mendapat dukungan terbanyak untuk meneruskan sisa masa jabatan Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku sisa jabatan 2021-2025. Ini setelah Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, Moh Yasin Payapo meninggal dunia, Agustus 2021 lalu.

” 99 persen Mus ditunjuk jabat Ketua DPD Hanura Maluku,” kata sumber MG.com di Hanura Maluku, Rabu (17/11/2021).

Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Provinsi Maluku, Julius Pattipeiluhu mengaku, mendapat informasi kalau DPP Hanura tengah bahas siapa yang akan ditunjuk jabat Ketua DPD Hanura Maluku.

“Informasinya begitu (bahas Ketua DPD Hanura Maluku),” kata Pattipeiluhu.

Soal nama Mus Mualim menguat ditunjuk menjabat Ketua DPD Hanura Maluku, dia tidak mengiyakan juga tidak membantah.

“Kalau sudah ada putusan siapa yang ditunjuk jabat Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku, saya informasikan,” elaknya.

Sementara itu, Bina Wilayah Maluku DPP Hanura, Suhedi A Samalo ikut membenarkan jika pihaknya tengah membahas siapa yang akan ditunjuk sebagai Ketua DPD Hanura Maluku.

“Benar, tadi siang DPD Hanura Maluku sempat dibahas bersama sejumlah provinsi lain. Tapi tertunda. Kita akan tentukan dalam waktu dekat,” kata Samalo, saat dihubungi, Rabu (17/11/2021).

Soal nama Mualim mengemuka berpeluang untuk ditunjuk, dia enggan komentar panjang lebar.

“Nanti kalau sudah ada putusan, saya informasikan. Kita berharap secepatnya agar konsolidasi partai berjalan dengan baik,” harapnya.

Sekedar tahu musyawarah DPD Partai Hanura Provinsi Maluku yang digelar di hotel Marina, Sabtu (6/11/2021) Mualim dan Sapulete direkomendasikan DPP Hanura sebagai calon Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku. Namun, 9 DPC Hanura kabupaten dan kota menolak Mualim dan Sapulete dicalonkan. Akhirnya terjadi kericuhan, sehingga pimpinan sidang Musdalub memutuskan untuk dikembalikan ke DPP Hanura. (D2)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60