Lokasi Pengungsian Butuh Sanitasi

AMBON, MG.com – Masyarakat pengungsi akibat bencana gempa 6,8 SR di Pulau Ambon, Malteng dan Seram Bagian Barat, Kamis (26/09/2019) membutuhkan pelayanan kesehatan selain distribusi logistik serta mendistribusikan terpal atau tenda..
Demikian dikemukakan Ketua Tim Penanggulangan Bencana DPRD Maluku, Amir Rumra kepada wartawan di SMA Siwalima Ambon, Senin (07/10/2019).

Menurut Rumra, pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan lantaran sudah ada pengungsi yang kena penyakit ISPA dan diare. Penyakit ini menyerang anak-anak, ibu melahirkan dan lansia.
“Kemarin kita di Kamariang telah ada yang terkena diare ditakutnya akan menjadi wabah,” katanya.
Masalah makan minum tambahnya tidak masalah.
Untuk itu, Rumra berharap ada sarana sanitasi di lokasi pengungsian karena jika tidak ada tempat pembuangan ditakutkan akan terjadi wabah.
“Kejadian di Kamariang seperti itu, pengungsi tidak memiliki WC,” katanya.

Rumra memberi contoh kejadian yang terjadi di Desa Kamariang, dan diharapkan Pemkab Seram Bagian Barat tidak pilih kasih, karena telah terjadi ketegangan dan diharapkan tidak terbawa isu lainnya.

Rumra mengakui saat ini pihaknya kesulitan meminta warga kembali ke rumah lantaran hampir tiap saat terjadi gempa.
“Ini sulit sekali, kita harapkan ada penyuluhan tentang traumatik,” katanya.

Soal banyaknya pengungsi, Rumra memastikan ada di Pulau Haruku, lokasinya di lapangan bola ada ribuan orang yang mengungsi.
“Masalah yang dihadapi adalah kesehatan dan tenaga medis bukan hanya distribusi logistik karena untuk makanan cukup tapi yang paling utama adalah kesehatan dan pendidikan,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini bantuan yang sangat dibutuhkan adalah tikar, selimut, kelambu agar tidak digigit nyamuk.
“Yang paling rawan di Rindam dan Kamariang di gunung tapi kalau Kairatu posisi pengungsi terlalu jauh di gunung, jadi hanya kepala desanya yang datang ke Kantor Desa Kairatu,” jelas Rumra. (On)

Tinggalkan Balasan