Kilkoda Tertibkan Rumdis Koperasi di Passo

  • Whatsapp
banner 468x60

AMBON, MG.com – Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Nasir Kilkoda bertindak cepat menertibkan Rumah Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku di Lorong Pica Botol Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon, Kamis (03/10/2019).

Penertiban ini dilakukan setelah media mengendus ada yang tidak beres dengan penempatan rumah yang disediakan bagi pejabat atau pegawai lingkup Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku itu.
“Setelah saya membaca berita di media cetak dan media online, saya langsung mendatangi kompleks perumahan itu dan menemui oknum-oknum yang menjadi pusat pemberitaan,” tegasnya.

Setelah bertemu dengan orang yang menempati rumah dinas yang terdaftar atas nama Peggy Manghyin, Kilkoda langsung meminta agar rumah tersebut dikosongkan.
Menurutnya, aset pemerintah harus difungsikan sesuai peruntukannya, tidak bisa sesuka hati apalagi ditempati orang luar yang tidak ada kaitannya dengan instansi tersebut.
“Kalau pegawai atau pejabat lingkup Koperasi Provinsi Maluku sudah memiliki rumah dan tidak lagi menempatinya maka rumah tersebut harus dikembalikan bukan diserahkan ke orang lain,” tegasnya.

Diakuinya, akibat dengan penempatan rumah dinas yang tidak sesuai peruntukan, timbul sentimen antar pegawai dinas tersebut.
“Sebab ada pegawai yang masih ngontrak atau menempati kos-kosan sedangkan rumdis ditinghali orang luar. Ini tidak adil,” katanya lagi.

Untuk diketahui, rumah Dinas Koperasi Provinsi Maluku yang terletak di Lorong Pica Botol Desa Passo Kecamatan Teluk, Kota Ambon dijadikan ‘sarang penyamun’ lantaran salah satu rumah dinas tersebut ditinggali orang yang bukan suami isteri (kumpul kebo).
Parahnya lagi, yang menempati rumdis itu bukan pegawai instansi tersebut namun
sengaja dibiarkan dan tidak pernah dilakukan penertiban.
Padahal, semestinya rumah dinas diperuntukan bagi pejabat struktural di instansi tersebut atau pegawai.

Hal memalukan ini terlihat pada rumah dinas yang diduga atas nama Peggy Maghyin.
Rumah tersebut saat ini diduga ditempati adik perempuan Peggy (LM) yang masih berstatus isteri orang dengan pasangannya yang notabene suami orang.

Pasangan ini kata sumber yang enggan namanya dipublikasi, telah menempati rumdis tersebut selama beberapa tahun terakhir.
“Mereka telah menetap cukup lama, dan tidak pernah ditertibkan, padahal rumdis ini bukan diperuntukan buat orang luar yang kumpul kebo,” kata sumber ini. (On)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60