Akibat Gempa, 23 Orang Meninggal Dunia

Salahutu Lokasi Terparah

AMBON, MG.com – Akibat gempa tektonik sebesar 6,8 SR mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, BPBD Maluku merilis 23 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka.
Rincian korban meninggal di Kota Ambon sebanyak 6 orang, Maluku Tengah 14 orang, dan Seram Bagian Barat 3 orang. Ratusan orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sejumlah fasilitas pendidikan seperti gedung kampus Unpatti, IAIN Ambon juga rusak parah.
Gedung perkantoran, rumah ibadah dan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan, baik rusak berat maupun rusak ringan akibat gempa.
“Ada 23 korban jiwa seluruh Maluku,” kata Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail di RSU Haulussy Kudamati Ambon, Kamis (26/09/2019).Proses evakuasi korban gempa di Kota Ambon

Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy, yang mendampingi Gubernur menambahkan, lokasi terparah yang terkena dampak gempa tektonik pada Kamis pagi adalah wilayah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon.
“Maluku Tengah, Kecamatan Salahutu yang paling banyak. Ada di Desa Liang, Waai dan Tenga-Tenga. Di desa Liang paling banyak karena ada banyak rumah yang roboh,” ungkap Salampessy.

Ia menungungkapkan, masyarakat di Kecamatan Salahutu khususnya Liang, saat ini memilih mengungsi ke hutan.
“Saya dengan Kadis Kesehatan baru kembali, jadi semua masyarakat yang ada disana itu sudah mengungsi di kebun-kebun mereka di hutan,” sambungnya.

Diakuinya, BPBD Maluku telah mengimbau agar masyarakat tidak percaya berita hoax, bahwa akan terjadi tsunami.
Hanya saja, lanjut Salampessy, masyarakat memilih  mengungsi karena sebagian besar rumah mereka roboh.
“Memang kami sudah mengimbau berita itu ada hoax, tapi karena rumah mereka sebagian besar sudah roboh, mereka ke hutan dan malam ini kami dari BPBD sudah membawa terpal untuk mereka di Desa Liang dan Waai,” jelasnya.

Disinggung berapa banyak rumah yang rusak di Kecamatan tersebut, Salampessy mengaku sesuai data sementara sebanyak 106 rumah.
“Itu hitungan sementara. Nanti ada data resmi dari Maluku Tengah, karena itu wilayah Maluku Tengah. Tadi saya sudah komunikasi dengan Maluku Tengah, nanti kita cocokan data. Ada rapat juga nanti (hari ini Jumat) baru bisa ada data resmi terakhir,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh, mengatakan pihaknya juga telah membangun rumah sakit lapangan di Tulehu dan posko kesehatan di tiga desa yang kena dampak gempa terparah di Kecamatan Salahutu.
“Sudah dibentuk Posko kesehatan dan besok akan didistribusikan kembali obat-obatan. Tapi posko sudah dibentuk di tiga daerah yang paling parah. Bahkan di Tulehu sudah dibangun rumah sakit lapangan,” pungkasnya.

Menurutnya, para pasien RSU Tulehu juga sementara diungsikan ke kampus Universitas Darussalam Ambon di Tulehu. Selain karena lokasi rumah sakit berada di tepi pantai, juga karena sebagian dinding rumah sakit retak-retak.
“Karena bangunannya sudah tidak aman, dan rumah sakit juga di pantai, sementara para pasien kita bawa ke rumah sakit lapangan di Darussalam,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan