Gubernur Akui Kurang Sosialisasi Mitigasi dan Tanggap Bencana

Kunjungi Korban Gempa di RSU Haulussy

AMBON, MG.com – Gubernur Maluku Drs. Murad Ismail mengakui kurangnya sosialisasi mitigasi bencana.
“Kita masih kurang sosialisasi. Kalau di Jepang itu, saya lihat TV, kemudian ada brosur-brosur. Ketika ada gempa, orang di dalam gedung, di dalam rumah tidak perlu lari buru-buru keluar. Dia masuk di bawah meja atau di bawah tempat tidur. Karena gempa itu tidak lama. Paling lama itu 10 detik. Nanti setelah tidak ada lagi goyangan, baru dia keluar,” kata Murad di RSU Haulussy usai mengunjungi pasien korban bencana, Kamis (26/09/2019).
Kunjungan tersebut dilakukan Murad setibanya di Ambon dari Jakarta.

Untuk itu, Murad berharap, sosialisasi mitigasi dan tanggap bencana harus gencar lagi dilakukan, terutama di sekolah-sekolah.

Murad juga menghimbau masyarakat tidak panik apabila masih terjadi gempa susulan. Ketika terjadi goncangan gempa, dia minta agar masyarakat tidak langsung berlarian keluar rumah.
“Baiknya berlindung di bawah meja atau tempat tidur. Kalau gempa sdh tidak lagi terasa, baru segera keluar cari tempat terbuka. Kalau goncangannya kuat dan lama, baiknya mencari tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Menurut mantan Dankor Brimob Polri itu, sejumlah korban yang kini dirawat di RSUD dr. Haulussy sebagian besarnya karena panik.
“Ada anak yang korban, tangannya patah karena batu. Ibunya selamat, anaknya tidak selamat,” ujarnya.

Selain itu, Murad meminta masyarakat dan media tidak tergesa-gesa menyebarkan berita yang belum tentu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Janganlah kita mendahului Tuhan. Tapi mari kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan Tuhan kasih kita cobaan ini tidak berkelanjutan,” tandasnya. (on)

Tinggalkan Balasan