Maluku Hasilkan 811,98 Ton Sampah Plastik per Hari

Gubernur Canangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’

AMBON, MG.com – Sesuai data yang dihimpun Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, sampah plastik yang dihasilkan 11 kabupaten dan kota di Maluku sebanyak 811,98 ton per hari.
“Data diatas menggambarkan kepada kita bahwa sudah waktunya ada langkah strategis untuk penanganan sampah secara terpadu, terintegrasi dan kolaboratif terutama penanganan sampah plastik,” kata Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail pada Pencanangan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ yang dilaksanakan di kawasan Jembatan Merah Putih – Pantai Galala – Ambon, Jumat (20/09/2019).

Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik merupakan bagian dari rangkaian HUT Kodam XVI Pattimura sebagai wujud dari komitmen untuk mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, BUMN dan seluruh pemangku kepentingan mengurangi sampah plastik.
“Tabaos ini merupakan langkah awal. Setelah itu akan ditindaklanjuti dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang akan menjadi pedoman pengelolaan sampah di Maluku, terutama pengelolaan sampah plastik dalam menjaga lingkungan, sungai dan laut agar terbebas dari sampah,” kata Murad.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri ini juga berharap, dengan Maluku bebas dari sampah, tentunya akan memberikan kenyamanan dalam rangka meningkatkan Maluku sebagai destinasi wisata.
Ia juga menyampaikan terimaksih kepada seluruh pihak yang telah menunjukan kepedulian dan komitmen untuk menjaga lingkungan dari sampah.
“Ingatlah satu sampah plastik bisa mengakibatkan seribu bencana untuk anak cucu kita,” kata Murad mengingatkan.

Murad juga mengingatkan, sampah plastik saat ini telah menjadi masalah global. Bahkan, dari data yang diperoleh, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah China.
Hal tersebut, tambah Gubernur, sangat memprihatinkan, karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan salah satu unggulan adalah pariwisata, terutama wisata bahari.
“Bila kita tidak peduli, maka secara ekonomi maupun ekologi, sampah akan merusak ekosistem kita, sehingga lingkungan rusak dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Pencanangan gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ dihadiri Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI. Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekda Kota Ambon, A.G. Latuheru, para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, LSM dan Pemerhati Lingkungan, siswa SD, SMP dan SMA di Kota Ambon.
Diperkirakan sekitar 10.000 orang mengambil bagian pada kegiatan tersebut. (On)

Tinggalkan Balasan