Songsong Idul Fitri, KPw BI Maluku Siapkan Rp 1,03 T

AMBON, MG.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, mempersiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp 1,03 Triliun, terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) yakni pecahan Rp 100.000,00 dan Rp 50.000,00 sebanyak Rp 977,6 milyar dan Uang Pecahan Kecil (UPK) yakni pecahan Rp 20.000,00 ke bawah senilai Rp 60,4 milyar. Demikian disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku melalui siaran pers, yang diterima MenaraGlobal.com, Selasa (14/05/2019).

Rilis yang ditandatangani Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Teguh Triyono tersebut menjelaskan jika persediaan uang dengan nominal tersebut idinilai sangat mencukupi guna memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Lebaran 1440 H, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan.

Selain itu, dalam menghadapi lonjakan transaksi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku telah bekerja sama dengan 21 (dua puluh satu) Bank Umum di Kota Ambon, yang siap melayani penukaran setiap hari mulai Senin hingga Jumat dan sepanjang dibutuhkan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku juga beroperasi sesuai jam layanan operasional ditambah dengan kegiatan kas keliling dalam kota.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku juga telah mempersiapkan ketersediaan uang kartal layak edar melalui tiga lokasi Kas Titipan Bank Indonesia di Namlea, Saumlaki dan Fakfak.
Disamping itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku sedang menjajaki kerjasama dengan BPD Maluku Malut dan juga bank umum untuk melakukan penukaran yang layak edar kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan, yaitu di Masohi, Namrole, Bula dan Geser.

Ada pula ketersediaan Kas Keliling kerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dengan 7 (tujuh) bank umum menjangkau 12 (duabelas) titik di Kota Ambon secara bergiliran dari tanggal 15 hingga 29 Mei 2019.
Lokasi yang dikunjungi Kas Keliling yakni Kantor Gubernur Maluku, Pasar Mardika, Gedung Keuangan Negara, Kantor Walikota Ambon, Lantamal XI Ambon, Polda Maluku, Ambon Plaza, Masjid Raya Al Fatah, Gong Perdamaian, Kebun Cengkeh, Wayame dan Passo.

“Perbankan dihimbau untuk meningkatkan pelayanan uang untuk penarikan Uang Layak Edar (ULE) bagi nasabah secara langsung di kantor-kantor bank maupun melalui ATM atau mitra bank,” demikian dikemukaka Kepala Tim Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Teguh Triyono saat konfrensi pers di Ambon, Selasa (14/05/2019).

Untuk mengantisipasi peredaran Uang Palsu, lanjut Teguh, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku senantiasa melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan slogan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta cara Merawat Rupiah dengan 5 Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi hingga ke kecamatan.

Bank Indonesia juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Polda Maluku dalam hal ditemukannya uang palsu di Provinsi Maluku.
“Tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku berupaya untuk memadukan layanan pembayaran tunai dan non tunai dalam rangka mewujudkan less-cash society,” terangnya lagi.
Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengusaha ritel agar semakin sering menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) terutama uang elektronik sebagai alternatif melakukan transaksi selain dengan uang kertas dan uang logam.

Untuk diketahui, dalam rangka mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri Tahun 1440 H / 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku juga telah mempersiapkan sistem pembayaran tunai dan non tunai agar dapat melayani kebutuhan masyarakat.

Berbagai langkah telah dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, dengan cara mengoptimalkan distribusi dan persediaan uang tunai di wilayah Provinsi Maluku.

Sebagaimana halnya siklus tahunan, selama periode Ramadhan dan Idul Fitri umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran non-tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
“Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku memproyeksikan kebutuhan uang atau outflow untuk masyarakat dan perbankan di Kota Ambon periode Ramadhan dan Idul Fitri 2019 sebesar Rp844,6 milyar atau meningkat sebesar Rp121,7 milyar atau 16,84 persen dibandingkan dengan realisasi outflow periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun sebelumnya,” kata Teguh Triyono.
Kenaikan ini lanjut Teguh, dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pada libur panjang serta kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta.(MG)

Tinggalkan Balasan