Pelajaran Sang Buddha Beri Kekuatan Bathin

AMBON, MG.com – Pendalaman nilai-nilai universal dari ajaran agama Budha memberikan kekuatan batin bagi umat-Nya dalam membina kehidupan berlandaskan pegangan moral yang kokoh, kesadaran keagamaan yang tinggi dan kekayaan rohani yang lestari.
Demikian disampaikan Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku, Halim Daties pada pembukaan Pasar Murah jelang Hari Raya Waisak, Selasa (14/05/2019) yang digelar di Kantor Dinas Indag Provinsi Maluku.

Perjalanan spiritual yang dialami Sidharta Gautama tambah gubernur, syarat dengan nilai-nilai keteladanan, tekad yang kuat untuk meraih martabat dan kesempurnaan hidup, sikap yang tidak terbelenggu ego hawa nafsu, serta mengedepankan sinergi antara kecerdasan dan keluasan wawasan dengan keluhuran batin dan akhlak mulia.

“Nilai-nilai keteladanan Sang Buddha yang syarat makna itu tetap lestari dan relevan hingga saat ini, sekaligus menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi umat Buddha,” katanya.

Dikatakan, ritual Trisuci Waisak yang dirayakan umat Buddha dimaksud untuk peringati tiga peristiwa penting dan sakral dalam agama Buddha, yaitu lahirnya Sidhartha Gautama, diperoleh kesadaran agung yang dicapai Sang Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama.
Siklus kehidupan Sang Buddha inilah tambah Murad yang menjadi teladan bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Waisak tahun ini, maka umat Budha di Negeri Raja-raja tercinta ini untuk meneladani nilai-nilai universal dari dharma yang diajarkan Sang Buddha.

“Mari kita tingggalkan sikap mementingkan diri sendiri, mari kita suburkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Mari kita ciptakan suasana kehidupan di Maluku yang rukun, damai, dan harmonis. Mari kita bangun semangat kerja keras yang dilandasi sikap kekeluargaan, kegotong-royongan dan tolong-menolong dengan sesama warga negara, sesuai tema Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2563 yaitu “Mencintai Tanah Air Indonesia,” ajak gubernur.

Hari Raya Waisak 2563 Tahun ini bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan 1440 H, oleh karena itu gubernur mengajak masyarakat khususnya yang beragama Buddha untuk bersama-sama jaga kerukunan antar umat beragama agar ketentraman dan kekeluargaan hidup tetap menjadi budaya di bumi Raja-Raja tercinta ini.

Sedangkan Ketua Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi), Wilhelmus Jauwerissa mengatakan tujuan pelaksanaan Bazaar Waisak ini tidak lain dan tidak bukan untuk mensosialisasikan kebersamaan.
“Untuk itu bulan Ramadhan merupakan momentum yang pas untuk pemeluk agama Buddha sehingga dapat menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Jauwerissa berpesan dan berharap barang dagangan yang dijual bisa tersalur dengan baik dan tidak dispekulasi oknum tertentu.

Jelang perayàan Waisak, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan mulai dari menyalurkan bantuan hingga donor darah.
“Puncaknya akan diselenggarakan pada tanggal 19 Mei ini,” katanya mengingatkan. (On)

Tinggalkan Balasan