Kesiapan SDM Songsong Blok Masela

Fatlolon : Harus Ada Sinergitas Dibawa Koordinasi Pemprov Maluku

AMBON, MG.com – Kepulauan Tanimbar menargetkan sebanyak-banyaknya pengiriman anak muda untuk dilatih di AK Migas Cepu guna mempersiapkan beroperasinya Blok Masela.
“Sayangnya, keinginan kami terbentur kuota yang diberikan yaknin setahun hanya 25 orang mengikuti pelatihan tersebut,” kata Bupati Kepulauan Tanimbar (Maluku Tenggara Barat – MTB), Petrus Fatlolon kepada wartawan usai menyampaikan pemaparannya di Musrenbang Provinsi Maluku yang digelar di Gedung Islamic Center Ambon, belum lama ini.
Selain itu, ada juga permasalahan lain yakni program pelatihan untuk mengisi jabatan yang membutuhkan keahlian khusus.
Untuk itu, Fatlolon menawarkan solusi yakni Pemprov Maluku bersama pemerintah kabupaten datangi AK Migas Cepu dan meminta pertimbangan.
Sebab, katanya, ada jabatan yang tidak bisa ditempati sarjana namun harus dilengkapi sertifikasi yang diperoleh dari Pusdiklat Migas Cepu. Dan yang bisa mengirim orang ke sana adalah Pemerintah Provinsi Maluku sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.

Fatlolon mengakui, jika untuk mensukseskan program ini tidak bisa hanya mengandalkan pembiayaannya dari APBD Provinsi Maluku, karena pasti tidak mencukupi.
“Persoalan ini saya tekankan pada saat pemaparan rencana pembangunan. Apalagi, tema pembangunan mulai sari Pembangunan Nasional, provinsi hingga kabupaten dan kota adalah SDM. Nah SDM apa yang sangat dibutuhkan saat ini. Kita tidak perlu lagi menyiapkan SDM untuk birokrasi karena sudah cukup. Dan yang harus diperhatikan adalah penyiapan SDM menyongsong beroperasinya Blok Masela,” tuturnya.
Dikuatirkan jika permasalahan SDM tidak diperhatikan maka saat orang dari luar berbondong-bondong masuk maka tidak bisa disalahkan karena pemerintah daerah tidak mampu menyiapkan SDM sesuai kebutuhan.
Menurut Fatlolon, baiknya, program tiga kabupaten terdekat dalam rangka penyiapan SDM bersinergi dan dikoordinir Pemprov Maluku.
“Sayangnya selama ini belum ada koordinasi mendetail, saling lempar ide sudah dilakukan namun belum ada follow up dari Pemprov,” katanya prihatin.
Untuk diketahui, sedikitnya 25.000 tenaga kerja yang dibutuhkan saat pengoperasian Blok Masela dan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut harusnya telah dipersiapkan sejak saat ini.
Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Maluku bersama kabupaten kota lainnya teristimewa tiga kabupaten yang berdekatan dengan objek Blok Masela yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Maluku Tenggara Barat – MTB), Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru.

Sinergitas program tiga kabupaten terdekat yakni Kabupaten Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD) dibawa koordinasi Pemerintah Provinsi Maluku, supaya bisa share tanggungjawab, misalnya apa yang harus disiapkan Kepulauan Tanimbar, Aru dan MBD lalu apa yang harus disiapkan Pemerintah Provinsi Maluku.
Karena SDM yang dibutuhkan lebih banyak pada bidang teknis yang bisa diikuti melalui program pelatihan yang hanya membutuhkan waktu 3 hingga 6 bulan di AK Migas Cepu. (On)

Tinggalkan Balasan