Rakor dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Bernilai Strategis

Dari Forum SKPD Bidang Pertanian Provinsi Maluku

AMBON, MG.com – Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian
yang dilaksanakan tahun 2019 bernilai strategis karena merupakan ajang evaluasi, sekaligus memantapkan pelaksanaan tahun 2019, serta perencanaan tahun 2020 yang merupakan tahun pertama base line RPJMD 2020-2024.
Demikian dikemukakan Sekda Maluku, Amin bin Thaher dalam sambutannya saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Tahun 2019, di Balai Latihan Pertanian Waiheru Ambon, Senin (4/3/2019).

Menurutnya, dalam RPJMD 2014-2019 Pemerintah Provinsi Maluku mencanangkan sasaran terciptanya swasembada pangan strategis pada tahun 2019 sebesar 100 persen.
“Sasaran ini sangat berat untuk dicapai namun perlu terus dilakukan dengan menggerakan potensi yang ada, mengingat separuh pengeluaran bulanan Rumah Tangga di Maluku 53 persen adalah untuk membeli beras,” katanya.

Karena, pada sisi lain, beras tercatat sebagai penyumbang kemiskinan dari kelompok makanan sebesar 27 persen. Untuk itu lanjut Thaher, dibutuhkan pendekatan yang beragam mulai dari peningkatan luas tanam, penggunaan teknologi, fasilitas alat mesin pertanian, termasuk upaya untuk mengurangi jumlah konsumsi beras.

Thaher menjelaskan, pada tahun 2018 sesuai angka sementara, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 129.134 ton, setara dengan 77.590 ton beras atau baru memenuhi 58,18 persen dari total kebutuhan masyarakat Maluku.
“Artinya, kita masih membutuhkan pasokan dari luar daerah,” katanya.

Dijelaskan, Tema RKPD tahun 2020 adalah ‘Peningkatan SDM dan Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Pertumbuhan Berkualitas dalam Mempercepat Penurunan Kemiskinan’, maka penyusunan rancangan kegiatan pembangunan pertanian 2020 dapat disusun secara lebih sistematis, terarah dan sinergi, antara satu sektor dan sektor lainnya.
“Kami berharap, seluruh pemangku kepentingan melakukan koordinasi yang intensif agar hasil pertemuan dapat bermanfaat bagi Provinsi Maluku,” ujarnya berharap.

Sementara itu, Ketua panitia Rakor, A.D. Lekatompessy, dalam laporannya menjelaskan, Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian yang digelar bertujuan, lakukan evaluasi terhadap pembangunan pertanian tahun 2018, lakukan pematangan pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2019 dan melakukan persiapan perencanaan tahun 2020.

“Hasil yang diharapkan, terciptanya sinergitas guna memantapkan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2019; tersusunnya Rencana Pembangunan Pertanian tahun 2020 yang akan menjadi bahan dalam Forum Gabungan SKPD Provinsi maupun Trilateral Meeting dengan Kemendagri, Bappenas dan Kementerian Pertanian dalam Rakor Teknis; Referensi bagi penyusunan e Proposal Rencana tahun 2020 oleh kabupaten/kota yang telah dibuka sejak 1 Februari dan berakhir 31 Maret 2019,” jelasnya.

Untuk diketahui, peserta Rakor Pertanian berjumlah 125 orang berasal dari Distan Maluku maupun Distan 11 Kabupaten/Kota, dengan biaya dibebankan kepada DIPA Dinas Pertanian Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2018. (MG)

Tinggalkan Balasan