Mantapkan Program Kerja 2020, Distan Maluku Satukan Persepsi

AMBON, MG.com – Dalam upaya memantapkan program kerja tahun 2020, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku membangun sinergitas dengan dinas pertanian kabupaten dan kota.
“Kami harus satukan persepsi karena mekanisme usulan program kegiatan di Kementerian Pertanian dari bawa ke atas atau button up bukan dari atas ke bawa. Jadi bukan usulan atau ketentuan dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku, tapi dari kabupaten dan kota,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ir. Diana Padang kepada wartawan usai pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Tahun 2019, di Balai Latihan Pertanian Waiheru Ambon, Senin (4/3/2019).

Menurut alumni IPB ini, di Kementerian Pertanian semua program direncanakan T-1 atau satu tahun sebelum kegiatan dilaksanakan.
“Makanya program di tahun 2020 telah direncanakan tahun ini. Karena itu, kami harus menyamakan persepsi dari seluruh kabupaten dan kota baik kabupaten sentra produksi tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan,” jelasnya.
Sebab tambahnya seluruh kegiatan yang dianggarkan tahun 2020 nanti berdasarkan usulan kabupaten dan kota sampai tingkat provinsi.

Diana menjelaskan, di Kementerian Pertanian, dana akan digelontorkan atau dikucurkan jika telah ada calon petani dan calon lokasi.
“Bukti keberadaan calon petani dan calon lokasi ini harus dilampirkan pada e- proposal yang dikirim ke Kementerian Pertanian,” katanya.
Syarat tersebut harus dipenuhi agar dalam berkoordinasi tidak saling menyalahkan. Padang memberi contoh, untuk satu kegiatan, misalnya, kebutuhan untuk cetak sawah di Kabupaten Buru.
Pada usulan atau proposal kegiatan ini harus jelas luas lahan, titik lokasinya dan nama calon petani.
“Setelah semuanya memenuhi syarat barulah Kementerian Pertanian mengucurkan anggarannya. Bukan setelah ada anggaran baru cari lahan, tidak seperti itu,” tegasnya.

Saat ini tambah Diana, Kementerian Pertanian telah membuka kesempatan pengusulan proposal kebutuhan untuk program kerja tahun 2020 dan seluruh kabupaten/kota diwajibkan mengirim e-proposal.
“Kesempatan ini dibuka tanggal 1 Februari dan ditutup pada 31 Maret,” terangnya.

Diana bersyukur karena kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku Tahun 2019 yang diselenggarakan saat ini dihadiri kepala dinas bersama bagian perencanaan juga beberapa kepala bagian lainnya.
“Syukurlah, kegiatan ini dihadiri seluruh kabupaten dan kota lengkap dengan bagian perencanaan serta beberapa kepala bagian lainnya,” katanya tersenyum.

Sebab, saat evaluasi, pihak Kementerian Pertanian tidak melihat kabupaten dan kota secara terpisah, tetapi melihat Maluku melalui Dinas Pertanian Provinsi Maluku.
“Jadi kalau merah yah provinsi karena kabupaten dan kota tidak dilihat dan hanya dilihat Provinsi Maluku,” jelasnya mengingatkan. (MG)

Tinggalkan Balasan