Dua Objek Sengketa Dieksekusi PN Ambon

AMBON, MG.com – Dua objek sengketa di Kota Ambon akhirnya dieksekusi PN Ambon.
Objek sengketa tersebut masing-masing bangunan dan lahan berdirinya PT Daya Patal di kawasan Urimesing Kelurahan Ahusen serta bangunan dan lahan RM Ayah di Jl. Sam Ratulangi Kota Ambon, yang disengketakan selama ini akhirnya dieksekusi PN Ambon dibantu aparat kepolisian, Selasa (22/01/2019).

Lahan milik Jantje Sieto lokasi berdirinya PT Daya Patal di kawasan Urimesing dieksekusi berdasarkan putusan MA nomor 2523 K/Pdt/2015 tanggal; 20 September 2016 Jo Putusan PT Ambon Nomor 17/Pdt/2015/PT AMB tanggal 23 Juli 2015 Jo Putusan PN Ambon Nomor 155/Pdt.G/2014/PN Amb- tanggal Maret 2015.

Pada kasus sengketa tersebut, Jantje Seito diwakili kuasa hukumnya Hans Peea melawan Anthoni Dwigth Tomasoa selaku termohon eksekusi 1 dan Shofia Alkatiri selaku termohon eksekusi II.

Proses eksekusi ini mendapat perhatian warga sekitar, dan sempat mendapat perlawanan. Termohon juga sempat meminta penundaan eksekuai namun ditolak PN Amnon. “Kita sudah sampaikan ke Ketua PN, namun, perintah eksekusi tetap jalan hari ini,” tegas Leasa kepada termohon.
Akhirnya, termohon mengosongkan bangunan untuk memudahkan proses selanjutnya.

Kepada wartawan di lokasi, Anthoni Dwigth Tomasoa meminta dengan tegas kepada Kapolda Maluku, Irjen Royke Lomuwa untuk menindak tegas mafia tanah di pengadilan. Karena, menurutnya, proses kemilikan tanah tersebut diperoleh berdasarkan transaksi jual beli dengan Rehata, dan sudah di huni lama.

“Sertifikat atas nama kami, dan hingga saat ini kami yang bayar PBB. Untuk saya minta kepada Kapolda tolong usut mafia tanah yang ada di pengadilan,” tegasnya.

Selain tanah milik Jance Seito, PN Ambon juga berhasil melaksanakn eksekusi terhadap salah satu objek lainnya yang terletak di Jln Samratulangi, Kecamtan Sirimau Kota Ambon.
Objek tersebut merupakan tempat usaha RM Ayah yang harusnya dieksekusi tanggal (17/1/2019) namun terjadi penundaan akibat penolakan warga setempat.

Eksekusi tersebut berdasarkan penetapan PN Ambon tertanggal 06 Desember 2018 dan pemberitahuan eksekusi nomor W 27-U 1/2359/HK.02-/12/2018 tgl 17 Desember 2018 atas putusan MA RI Nomor 575 PK/Pdt/2015 tgl 09 oktober 2017 jo MA RI nomor 1543 K/Pdt/2015 tgl 06 Oktober 2015 jo Putusan PT Ambon nomor 04/Pdt/2015/Pt Ambon tgl 03 maret 2015 jo putusan PN Ambon nomor 08/Pdt.G/2014/PN Ambon tgl 26 Novemver 2014 terhadap para termohon eksekusi.

Para termohon, diantaranya, Etty Rasyid Palar, Juliant Palar, Viktor Roni Palar, Irwan Troy Palar dan Putri Astanti Palar.

“Sudah dieksekusi, dan telah dipasang papan larangan, dan mengosongkan dua bangunan itu, termasuk RM Ayah,” ungkap Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Notje Leasa di lokasi eksekusi. (MG)

.

Tinggalkan Balasan