Kontingen Kaltim Boyong Piala Bergilir Presiden RI

AMBON, MG.com – Rangkaian kegiatan Pesparani Katolik Nasional I telah usai dan kontingen Kalimantan Timur  berhasil menyabet juara umum pada perhelatan pesta iman umat Katolik pertama di Indonesia,  yang diselenggarakan sejak tanggal 27 Oktober hingga 2 November 2018, di Kota Ambon-Maluku.

Tim Kaltim sukses meraih poin tertinggi 299 poin, dan berhasil menyingkirkan 33 provinsi termasuk kontingen tuan rumah, Maluku.

Kontingen Kaltim mengikuti  lomba paduan suara kategori dewasa campuran, paduan suara pria, wanita, gregorian dewasa, anak, dan remaja, serta lomba mazmur, cerdas cermat, dan bertutur kitab suci.

Karena kemenangannya, kontingen Provinsi Kaltim berhak  memboyong piala bergilir Preiden Joko Widodo dan piala tetap serta uang pembinaan senilai Rp 50.000.000.

Piala bergilir Presiden diserahkan Menteri PPPA Yohana Yembise kepada Ketua Kontingan Kalimantan Timur. Menteri berharap agar dengan Pesparani ini dapat meningkatkan lagi hubungan persaudaran antar umat beragama  di Maluku dan daerah lainnya  di  seluruh Indonesia.

Karena pelaksanaan Pesparani didukung Umat Islam, Umat Kristen Protestan dan agama lainnya.

Wilfridus Samdirgawijaya, Ketua LP3KD Kaltim,

mengaku bersyukur dan tidak menyangka timnya mampu mengharumkan nama Kaltim di Pesparani Katolik Nasional I ini.

“Ini sejarah, Kaltim juara umum di Pesparani Nasional  yang pertama kali digelar di Indonesia. Kami bersyukur dan bangga atas pencapaian dan kerja keras selama ini,” kata Wilfridus kepada wartawan di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Kamis (01/11/2018).

Dari 12 mata lomba yang diikuti, Kaltim mampu membawa pulang medali di setiap mata lomba.

Tak hanya itu, Kaltim juga sukses melebihi target 6 medali emas di perhelatan ini.

Pesparani Katolik Nasional I ditutup Menteri Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Yembise mengapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon yang sukses menggelar dan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional I di Indonesia ini.

Yemnise mengaku terkejut dengan kemeriahan Pesparani Katolik di Kota Ambon

“Ini kemeriahan yang luar biasa, kerukunan hidup beragama sangat bagus. Saya tak menyangka,” katanya. (on)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan