Terkendala PON XX, Papua Siap Jadi Tuan Rumah Pesparani III

AMBON,MG.com – Lantaran Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua akhirnya keinginan menjadi tuan dan nyonya rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional II harus disimpan rapi.

“Sebenarnya, dalam rapat, kami memiliki keinginan besar untuk menjadi tuan rumah Pesparani II dan Gubernur Papua juga memberikan apresiasi, Cuma bertepatan dengan Papua menjadi tuan rumah PON ke XX tahun 2018,” kata Sekretaris I LP3KD, Evaristus Silitubun kepada wartawan di Baileo Oikumene Ambon, Senin (29/10/2018).

Silitubun mengaku jika sangat sulit menjadi tuan rumah dari dua event nasional yang dilaksanakan bersamaan.

“Kami akan sangat siap menjadi tuan rumah pada Pesparani III dan IV untuk Pesparani II kami berikan kesempatan kepada daerah lain,” jelasnya.

Untuk target yang akan dicapai dalam perlombaan ini, Silitubun menjelaskan bahwa tidak memasang target pada Pesparani I saat ini. Sebab, pihaknya ingin mengembalikan filosofi dasar pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional I yakni bertemu dengan sesame umat Katolik dari seluruh Indonesia.

“Kita mau menyatakan bahwa di Republik Indonesia ada umat Katolik dan ini merupakan perayaan iman bersama dan ini tidak kalah pentingnya,” terang Silitubun.

Dikatakan, melalui event ini merupakan kesempatan atau stimulus bagi umat Katolik bahwa event sebesar ini bukan yang utama. Tapi, akan menghidupkan paduan suara kecil pada gereja local.

“Kalau dalam bahasa kami ditinggal terkecil atau kecep, paroki dan keuskupan. Namun disisi lain, Pesparani merupakan ajang mengubah perilaku orang,” tegas Silitubun.

Sebab, orang yang biasa terlibat dalam paduan suara pasti akan  tertib, disiplin dan lainnya, intinya untuk perubahan karakter.

“Maknanya bukan hanya pesta iman tapi juga perubahan karakter orang,” ulangnya.

Untuk diketahui, kontingen Papua khusus untuk peserta 296 orang, ditambah peninjau dari tiap kabupaten lebih dari 150 orang, jadi totalnya diatas 400 orang.

Kontingen Pesparani Papua tidak melalui seleksi  seperti daerah lain, tapi hanya direkrut melalui kabupaten dan kota yang telah siap.

“Kesiapan dimaksud dalam kelembagaan dan anggaran. Akibatnya tidak semua kabupaten dan kota yang ikut menyaksikan pesta iman ini,” kata Silitubun lagi.

Kabupaten dan kota yang terlibat mengirim utusan sebagai peserta masing-masing, Kabupaten Bentuni, Merauke, Asmat,  Timika, Kota Jayapura dan Waropen.

Sedangkan kabupaten lainnya mengirim peninjau. (on)

Tinggalkan Balasan