Belum Pasti RI 1 Buka Pesparani Katolik I

AMBON, MG.com – Presiden RI, Joko Widodo diharapkan membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I, di Kota Ambon, 27 Oktober hingga 2 November 2018.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Panitia Daerah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional I, Zeth Sahuburua saat yang juga Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Rapat Koordinasi Pesparani Katolik Nasional I di lantai tujuh Kantor Gubernur Maluku, Rabu (24/10/2018).

Selaku Ketua Panitia Daerah Pesparani Katolik Nasional I, Sahuburua tetap berharap Presiden Jokowi membuka hajatan akbar tersebut.

“Saya tidak bisa memberikan jawaban tentang kepastian Presiden membuka Pesparani, tetapi harapan kita beliau akan hadir pada pembukaan Pesparani tanggal 27 Oktober,” jelasnya.

Harapan ini tidak berlebihan sebab Gubernur Maluku telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI.

“Sampai saat ini kita masih mengecek, tentang jadwal Prediden, dulu saat Pesparawi tinggal satu hari baru ada kepastian, dan kita bersama-sama doakan supaya Presiden RI tetap datang,” katanya berharap.

Menurut Sahuburua, terkait kedatangan Jokowi merupakan tanggungjawab Kementerian Agama dalam hal ini Dirjen Bimas Katolik.

“Sudah ada pembagian tugas, untuk berbicara dengan Presiden RI merupakan tugas Kementerian Agama khususnya Dirjen Bimas Katolik,” tegas politisi ulung Partai Golkar ini.

Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto mengakui hingga saat ini belum ada kepastian tentang kehadiran  Presiden RI ke Ambon dalam rangka membuka Pesparani Nasional I Tahun 2018 pada 27 Oktober mendatang. “Belum bisa dipastikan, karena sampai sekarang belum dapat info, mungkin karena kesibukan beliau sebagai seorang presiden,” ungkapnya kepada awak media di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (24/10).

Meski belum ada kepastian  jenderal dua bintang ini memastikan TNI siap back up pengamanan selama Pesparani berlangsung.

“TNI pasti back up, termasuk jika Presiden datang, pasti lebih siap lagi, tak ada masalah,” ucapnya.

Dipastikan, pengamanan akan ditingkatkan jika Presiden jadi ke Ambon.

“Kalau Presiden datang, pasti pengamanan VVIP,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua tim kontingen Pesparani Maluku, Edwin Adrian Huwae, menjelaskan jika pihaknya lakukan berbagai upaya agar Presiden bisa hadir dan membuka Pesparani Katolik Nasional  I, termasuk melobi melalui jalur partai.

“Jadwal Presiden tanggal 27 acara di Surabaya yakni Rapat Koordinasi Nasional Tim Kampanye Indonesia, tetapi informasi terakhir acara tersebut sudah ditunda, mudah-mudahan beliau bisa datang dan membuka Pesparani,” harapnya. (on)

Tinggalkan Balasan