Sasabone Jadi Ketua Latupati Pulau Saparua

AMBON, MG. com – Yance Sasabone Raja Negeri Tuhaha, dikukuhkan sebagai Ketua Latupati Pulau Saparua periode 2018/2022.

Pengukuhan dilakukan Ketua Latupati Maluku Tengah, Yulia Awayakwane di halaman Kantor Negeri Saparua Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Senin (10/9/2018).

Pengukuhan tersebut dihadiri Bupati Maluku Tengah,  Tuasikal Abua, SH, serta unsur Muspida Malteng, pengurus Latupati Maluku Tengah, Muspika Pulau Saparua, tokoh agama, tokoh adat, serta pemimpin BUMN  dan BUMD.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, dalam sambutannya mengatakan,  sejak berlakunya undang undang nomor 6 tahun 2014, telah menggariskan tegas dan jelas tentang susunan dan tata cara pemerintahan dan pembangunan negeri yang diharapkan menjadikan negeri semakin maju, mandiri sehingga dapat menciptakan landasan kokoh terciptanya masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

“Saya berharap pengukuhan kepengurusan Latupati di Pulau Saparua menjadi wadah kepala pemerintah negeri dalam kedudukan sebagai kepala adat yang memiliki kedudukan penting dan strategis, bisa berkontribusi bagi terpeliharanya nilai-nilai adat dalam masyarakat sekaligus mengefektifkan penyelenggara pemerintah negeri,” harapnya.

Menurut Tuasikal,  pengukuhan Latupati Pulau Saparua menjadi momentum meningkatkan koordinasi,  sinkronisasi serta mengoptimalkan peran Latupati di Pulau Saparua dalam kegembiraan pemangku adat maupun kepala pemerintahan.

“Latupati harus tampil sebagai wadah merawat persatuan yang mewariskan nilai-nilai sosial kultural. Latupati juga harus menjadi wadah penggerak partisipasi masyarakat dan stakeholder untuk bersama membangun negeri guna kesejahteraan masyarakat melalui dinamika perkembangan organisasi kemasyarakatan,” tegasnya..

Sementara itu, Awayakwane menegaskan pengukuhan pengurus Latupati Pulau Saparua merupakan momen penting dan bersejarah bagi Majelis Latupati Kabupaten Maluku Tengah.

Pengukuhan ini merupakan tindaklanjut dari musyawarah besar sesuai ADRT Majelis Latupati Kabupaten Maluku Tengah.

“Sebagai Ketua Latupati di Bumi Pamahanusa, saya berharap pengurus Latupati Pulau Saparua selalu menjunjung tinggi nilai adat sesuai ADRT sesuai Majelis Latupati Maluku,” harapnya.

Menurut Awayakwane, hal terpenting bagi kepengurusan Latupati Saparua yakni bisa mengarahkan dan memediasi lembaga adat ini secara bersama sebagai bagian yang terpenting dalam mendukung berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah terkhusus di Pulau Saparua.

“Terutama tanggungjawab kita bersama memajukan, memperjuangkan, dan mengembangkan sistim serta nilai tatanam adat dan budaya di negeri kita masing-masing,” pintahnya.

Awayakwane juga meminta ada dana hibah APBD Malteng guna memenuhi kebutuhan bagi pengembangan organisasi adat ini.

“Saya meminta agar ada dana hibah APBD Malteng kepada Majelis Latupati guna memenuhi kebutuhan organisasi ini,” pintanya.

Kepada Pengurus Majelis Latupati Pulau Saparua yang baru dikukuhkan, dirinya berharap, agar selalu berpegang pada filosofi yakni Siwalima yang diterjemahkan dalam konteks Pamahanusa yakni jangan jenuh mendaki kalau hendak ke puncak cita. “Harus selalu memegang prinsip hidup katong samua basudara,  sagu salempeng patah dua, potong di kuku rasa di daging ale rasa beta rasa,” pintahnya.

Ketua Latupati Saparua yang baru dilantik, Yance Sasabone mengatakan, langkah awal yang akan diambil adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak serta mendorong Latupati di Saparua untuk mengembalikan nilai adat di Pulau Saparua yang semakin terkikis oleh pengaruh zaman.

Selain itu juga akan diupayakan mempertahankan dan mengembangkan nilai adat sebagai kekayaan besar masyarakat Saparua dengan menjunjung kearifan lokal yang ada.

“Wadah Latupati akan dipakai sebagai forum komunikasi para raja di Pulau Saparua guna mencegah pertikaian antar negeri bertetangga yang sering terjadi,” terang Sasabone. Dirinya juga akan mengawal berbagai kebijakan  pemerintah terkait pembangunan yang masuk di Pulau Saparua agar tepat sasaran guna kesejahteraan masyarakat Saparua. (tim)

Tinggalkan Balasan