Kurang Akses, Maluku Tertinggal

AMBON, MG.com –  Maluku tertinggal bukan karena potensi tetapi kearifan.

“Maluku kaya dengan potensi darat, laut dan udara, namun

Maluku miskin akses, infrastruktur,” kata Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno keoada wartawan di Ambon, Rabu (9/8/2018).

Dikatakan, banyak harapan yang diinginkan masyarakat Maluku untuk sebuah perubahan, untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.

Soal isu perombakan birokrat yang santer berhembus, Wakil Gubernur Maluku terpilih ini menjelaskan pihaknya mengusung jargon Baileo. “Ini berarti Maluku negeri adat yang mewakili 11 kabupaten dan kota, di rumah besar Maluku. Bukan sekedar pilih suka atau tidak suka, tentu kami akan menyeleksi dengan ketat dan transparan,” tegasnya.

Orno berharap, ada representasi putra-putri Maluku dari 11 kabupaten dan kota saat penetsoan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Contoh di MBD ada 17 kecamatan, pikiran saya kalau semua terakomodir tidak akan ada yang dilupakan, pangkat dan pendidkan memenuhi syarat maka harus mengikuti seleksi figur yang profesional, bukan sekedar kedekatan dengan pimpinan,” ulasnya.

Dikatakan pula bahwa, nantinya selaku gubernur dan wakil, pihaknya akan mengangkat pimpinan OPD sesuai mekanisme yang berlaku.

“Ketika dilakukan seleksi ada keterwakilan tanpa diatur- atur (rekayasa), kalau mereka lolos mari kita lihat konfigurasi,” janjinya.

Jabatan di birokrasi tambah Orno merupakan jabatan sturtural tetapi kadang dipolitisasi.

“Figur yang ditempatkan pada jabatan struktural haruslah memiliki pendidikan serta pengalaman birokrat sehingga mampu menerapkan kebijakan yang adil terhadap seluruh daerah di Maluku,” ulasnya.

Tak lupa Orno ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Maluku karena telah mempercayakan dirinya bersama Murad Ismail memimpin Maluku lima tahun mendatang.

“Kita senang tapi ini juga tantangan bagaimana mewujudkan harapan masyarakat kedepan,” katanya. (on).

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan